Diduga Depresi, Masalah Uang Jadi Pemicu Anak Bunuh Bapak di Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Diduga Depresi, Masalah Uang Jadi Pemicu Anak Bunuh Bapak di Malang
Kanal Straight

Diduga Depresi, Masalah Uang Jadi Pemicu Anak Bunuh Bapak di Malang

Satukanal.com, Malang – Warga Malang tengah digegerkan dengan perbuatan AP seorang anak yang tega bunuh bapak kandungnya sendiri bernama Tamrin di kediamannya Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kasus pembunuhan yang dilakukan AP dipicu lantaran permasalahan uang. Sebelumnya pelaku juga sempat meminta pada ayahnya untuk dibelikan Honda jazz. Namun, belum bisa dikabulkan. Usai menghabisi nyawa ayah kandungnya, Adi sempat kabur ke hutan dikawasan Dampit.

“Awalnya pelaku meminta uang kepada korban atau ayah kandungnya senilai Rp 3 juta, tetapi hanya dikasih Rp 1 juta. Akhirnya terjadi percekcokan dan pelaku menganiaya korban hingga meninggal dunia,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Pada tragedi tersebut, Kapolres Malang juga membenarkan jika pelaku diduga depresi. Polres Malang kini tengah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat yang ada di Lawang, Kabupaten Malang untuk menghindari potensi yang tidak diinginkan jika ditempatkan di ruang tahanan.

Baca Juga :  Beralih dari Kali ke Tangki AG, Agus Gunarto Kembangkan Inovasi MCK Terpadu

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat, Jika dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa, pelaku terancam disangka Pasal 338 Ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.”ungkapnya.

Sebagai informasi, Insiden pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (22/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban mendatangi rumah yang ditempati anaknya. Selama ini, pelaku memang tinggal sendirian di rumah itu.

Sementara, korban bersama istri dan anaknya yang lain tinggal di rumah berbeda, tak jauh dari tempat tinggal pelaku. Korban juga kerap menyambangi anaknya tersebut, tujuannya mengontrol kondisi sang anak yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga :  Perajin Kampung Gerabah Penanggungan Sulap Tanah Liat Jadi Kerajinan Bernilai

Namun, pada malam itu tetangga mendengar suara cekcok dari rumah tersebut. Karena dianggap biasa terjadi, warga tak mengindahkannya. Sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku keluar dari dalam rumah menggunakan sepeda motor.

“Malam kemarin jadi pertengkaran yang terakhir. Salah satu warga melihat pelaku keluar rumah pada 2.00 Wib dan tidak kembali. Sehingga warga curiga lalu melihat ke dalam rumah dan diketahui korban telah meninggal dengan banyak luka tebasan senjata tajam dan luka bakar,” tandasnya.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait