Dicari Addie MS, Ini Respon Pasutri Pengamen Keroncong asal Kota Batu yang Viral di Twitter - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pasangan suami istri memancing perhatian di Twitter karena kemampuan olah vokal dan musiknya. (foto: CR-1/satukanal.com)
Kanal Highlight Kanal Viral

Dicari Addie MS, Ini Respon Pasutri Pengamen Keroncong asal Kota Batu yang Viral di Twitter

satukanal.com, Batu – Pasangan suami istri asal Kota Batu viral setelah dicari Addie MS, komposer ternama di akun Twitternya. Keduanya meroket di dunia media sosial setelah seorang pengguna akun Twtiter, memposting video keduanya saat bernyanyi.

Dalam cuplikan video berdurasi 1,36 menit yang termuat di akun Twitter @LekKacung, keduanya menyanyikan lagu rohani keroncong. Hingga Kamis (30/12/2021), ada 4.697 akun dan 19,1 ribu yang like tersebut.

Penampilan mereka memancing komentar positif warga Twitter. “Sangat profesional tidak asal ngamen,” cuit akun @dimashadi1103. “Sudah langka,” tambah akun @trash4OE. Hal paling menarik perhatian cuitan  Addie MS:  ‘”Ada yang tahu di mana ibu ini berada?”

Pemain keroncong yang dicari oleh Addie MS tersebut pasangan suami istri Rusmiati dan Eno Harianto yang sama-sama berusia  56 tahun. Merekat tinggal  rumah kontrakan di Jalan Dewi Sartika, RT 04, RW 09, Kecamatan Temas, Kota Batu.

Baca Juga :  Dikabarkan Gabung RANS Cilegon FC, Berapa Bayaran Mesut Ozil?

Eno sering keliling ngamen di jalanan hingga masuk gang di Kota Malang bersama istrinya.  Dia  tidak menyangka jika videonya  memainkan musik keroncong  sampai menyita perhatian  komposer kenamaan. “Saya dari kemarin itu tidak menyangka (dicari Addie MS), kok sampai segitunya ya. Dari kecil sampai tua kerjaannya kan gini  mas (main musik keroncong),” ujarnya.

Eno mengatakan bahwa dalam video berdurasi 1,36 menit tersebut dirinya bersama istri sedang memainkan musik keroncong di daerah Bengawan Solo, Kota Malang. “Kalau video ini saya ingat di daerah Bengawan Solo di Jalan Serayu, Kota Malang. Saya ingat ini waktu itu hujan gerimis kami jalan sambil ngamen. Ada ibu-ibu request lagu Kesempatan, itu lagu rohani,” katanya.

Eno mengatakan bahwa sebelum pandemi Covid-19 dirinya bersama istri sempat mengisi permainan musik di Museum Angkut setiap akhir pekan. Dari tempat tersebut ia mendapatkan honor sebesar Rp400 ribu perbulan. “Tapi sejak pandemi Covid-19. Sudah tidak lagi. Jadi kami ngamen seperti biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Dialognya di Layangan Putus Viral, Putri Marino Ucapkan Permintaan Maaf

Dari mengamen, ujar Eno, penghasilan yang mereka terima tidak menentu. Namun,  jika banyak orang yang memberi, perharinya ia bisa meraup sebanyak Rp100 ribu – Rp150 ribu.

Sementara itu, Rusmiati mengaku belajar bernyanyi keroncong secara otodidak dengan mendengar penyanyi seperti Soendari Soekoco, Waljinah, Gesang hingga Hetty Koes Endang. “Kalau keroncong itu kan temponya lambat dan mendayu-dayu. Pengaturan napasnya juga harus panjang. Dulu sebelum nyanyi keroncong saya penyanyi dangdut. Tapi karena faktor usia, dangdut itu kan harus enerjik. Maka saya mendalami musik keroncong,” katanya. (cr-1/danu)

 

Kanal Terkait