SATUKANAL.COM
BERITA LIPUTAN KHUSUS

Dianggap Sering Menaburkan Benda Mistis, Kakek 64 Tahun Diancam Bakal Dibunuh oleh Seorang Pedagang

Diduga karena permasalahan ilmu hitam, membuat Jumari warga Dusun Sumberjambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, nekat menganiaya seorang pria renta. Akibat perbuatannya, pria 54 tahun itupun harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolsek Bantur, Rabu (8/1/2020).

Dari laporannya, korban yang bernama Ngatemin warga Dusun Sidomulyo, Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini, mengaku telah dianiaya dan bahkan hendak dibunuh oleh tersangka.

”Tersangka menganiaya korban dengan cara menarik rambutnya yang kemudian mengalungkan sajam (senjata tajam) ke arah leher korban,” terang Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Rabu (8/1/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi penganiayaan ini terjadi di sebuah warung yang berada di kawasan JLS (Jalur Lintas Selatan), Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (6/1/2020) malam.

Tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB, korban yang saat itu sedang menikmati secangkir kopi, dipanggil oleh tersangka. Merasa tidak curiga, korban akhirnya menghampiri Jumari.

Tanpa alasan yang jelas, tersangka tiba-tiba menjambak rambut pria 64 tahun tersebut. Mendapat perlakuan itu, Ngatemin sempat melawan sebelum akhirnya tersangka mengeluarkan sajam dari balik baju yang dikenakannya.

”Tak pateni kowe (saya bunuh kamu),” ucap tersangka Jumari sembari mengalungkan sajam jenis celurit ke arah leher korban.

Lantaran ketakutan, pria renta itupun hanya bisa pasrah saat dianiaya oleh tersangka. Aksi penganiayaan ini baru berhenti setelah korban meminta maaf jika selama ini dirinya memiliki salah kepada tersangka.

Sadar jika nyawanya terancam, usai dianiaya dan diancam hendak dibunuh, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini akhirnya memilih melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian, Selasa (7/1/2020).

Sehari setelah insiden tersebut terjadi, anggota Unit Reskrim Polsek Bantur yang dikerahkan ke lapangan akhirnya berhasil meringkus pelaku. ”Selain mengamankan tersangka, sebilah sajam yang digunakan untuk menganiaya sekaligus mengancam korban juga kami sita guna kepentingan penyidikan,” sambung Ainun.

Di hadapan petugas, Jumari mengaku jika aksi penganiayaan itu terjadi lantaran dirinya merasa emosi. Sebelum mengancam hendak membunuhnya, korban dianggap sering berseliweran di depan warungnya sembari menaburkan serbuk yang dirasa oleh tersangka mencurigakan.

”Motifnya dendam, tersangka merasa tidak terima karena warung miliknya sering ditaburi barang yang dianggap sebagai guna-guna. Dari pengakuan tersangka, barang yang dianggap guna-guna itu ditujukan agar warungnya menjadi sepi,” ungkap Ainun.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini, mengungkapkan jika akibat perbuatannya tersangka bakal dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kepemilikan sajam tanpa izin.

”Karena tersangka juga kedapatan mengancam sekaligus melakukan tindak kekerasan, pasal yang dikenakan terhadap pelaku kami juncto-kan dengan Pasal 335 ayat 1 KUHP,” tutup Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.

Kanal Terkait