SATUKANAL.COM
Muktamar PKB V
BERITA STRAIGHT NEWS

Di Muktamar PKB V, Jokowi Nyatakan Dirinya Kebingungan untuk Bicara

Satukanal.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) serupa “mati kutu”, saat akan membuka acara Muktamar PKB V di Nusa Dua Bali, Selasa (20/08/2019) malam kemarin. Acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus teras dan kader PKB serta undangan yang merupakan para ketua partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf dalam pilpres 2019.Setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan sambutannya, Jokowi pun dipersilahkan untuk tampil ke depan untuk memberikan sambutan.Seperti biasanya, Jokowi pun memberikan salam dan menyebutkan satu persatu tokoh yang hadir di Muktamar PKB V itu sambil menggenggam beberapa helai kertas di tangannya. Selesai, Jokowi pun melihat kertas yang dipegangnya serta terlihat melihat lembar demi lembar. “Saya bingung mau bicara apa. Semua yang ada di kertas ini sudah diborong semua tadi oleh Ketua PKB. Dari A sampai Z, terus saya mau ngomong apalagi ini,” kata Jokowi setelah membolak balik kertas yang akan dibacanya. Tawa pun pecah di ruangan Muktamar PKB V di Nusa Dua Bali, dengan lontaran pernyataan Jokowi itu. Akhirnya, sang presiden terpilih di periode keduanya ini pun, melontarkan pertanyaan di awal sambutan setelah menyapa seluruh tokoh dan tamu undangan Muktamar. “Jadi saya bertanya saja. Apa ya alasannya PKB mengadakan muktamar di Bali. Kalau PDI-Perjuangan  mengadakan kongres di Bali karena basis terkuatnya. Saya nebak-nebak, jangan-jangan PKB juga ingin memperoleh suara besar di Bali untuk tahun 2024 nanti. Hati-hati pak Gubernur, hati-hati pak ketua DPD,” ucap Jokowi yang disambut kembali gelak tawa peserta Muktamar PKB. Akhirnya, Jokowi pun menyampaikan sambutan tanpa teks-nya. Dimana, dirinya menyampaikan beberapa program lima tahun ke depan yang disebutnya tidak mudah. Yakni terkait pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak di dalam kandungan. Jokowi menegaskan, bahwa hal ini harus diurus benar dan dimulai sejak manusia baru atau bayi masih dalam kandungan. “Itulah nanti yang harus diurus benar. Nanti urusannya Menteri Kesehatan yang paling utama, jangan sampai bayi yang lahir itu stunting,” ucapnya yang juga menegaskan, bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak meninggalkan pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan. Jokowi melanjutkan, persoalan stunting dalam pembangunan lima tahun ke depan, menjadi sangat penting dalam kondisi saat ini. Dimana, dengan angka  mencapai 38 persen, stunting yang terjadi masih tinggi. Walaupun, di tahun ini telah turun menjadi 30 persen, tapi tetap angka tersebut masih tinggi. “Tanpa adanya pembangunan sumber daya manusia yang diawali dari kandungan ini akan sulit kita bersaing dengan negara lainnya,” tegasnya. Jokowi pun menjelaskan, program tersebut akan bertahap dilakukan secara berjenjang. Dari kandungan dengan nutrisi dan gizi atau adanya tambahan makanan bergizi dalam pembangunan sumber daya manusia yang jadi fokus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf 2019-2024.Sedangkan untuk di sektor pendidikan, Jokowi pun akan menguatkan pendidikan paling penting bagi sekolah dasar. Yakni, membangun karakter, nilai, budi pekerti, etika, agama dan toleransi. “Tambahannya, baru  matematika dan lainnya,” ujar Jokowi. Di tengah pendidikan menengah, anak-anak mulai dikenalkan untuk membangun kerjasama, ditumbuhkembangkan dan akhirnya memiliki daya kritis dan argumen yang baik. Sedang di tingkat sekolah atas atau SMA/SMK, lanjut Jokowi, kita beri pilihan mereka untuk melanjutkan ke kejuruan atau jurusan keilmuan. “Ini yang nanti akan kita bangun ke depan. Karena ke depan semua sektor berubah dan skill yang akan dibutuhkan. Universitas pun harus mau berubah agar mampu berkompetisi di tataran global dan regional,” ungkap Jokowi.

Kanal Terkait