Desa Claket Digadang-gadang Jadi Sentra Industri Bambu di Mojokerto - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Desa Claket Digadang-gadang Jadi Sentra Industri Bambu di Mojokerto
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menanam bambu di Desa Claket (Foto: Hermansyah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Desa Claket Digadang-gadang Jadi Sentra Industri Bambu di Mojokerto

Satukanal.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggadang-gadang Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sebagai sentra industri budidaya bambu. Mengingat, bambu secara alami memiliki keunggulan sebagai tanaman konservasi lingkungan yang menunjang ekosistem air.

Sistem perakaran tanaman bambu yang rapat, akan membantu kestabilan lahan tanah yang ditumbuhi. Seperti halnya dengan 600 sumur resapan di Kabupaten Mojokerto yang biasanya tergenang saat musim hujan, saat ini sudah dilaporkan membaik karena manfaat bambu yang dibudidayakan.

Menurut Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Desa Claket sangat potensial sebagai sentra pembibitan bambu bahkan bisa dikenal sebagi desa bambu. Masyarakat desa setempat dibimbing agar bisa memilah bambu yang produktif.

“Maksudnya, bambu yang sudah ditanam bisa menjadi manfaat. Seperti, menjadi bahan bangunan homestay, hingga cafe dengan nuansa bambu,” katanya saat menerima bantuan CSR dari BRI Kantor Wilayah Surabaya dalam program Mengetuk Pintu Langit 2021 Kantor BRI Wilayah Surabaya Edisi Pelestarian Sumber Mata Air Desa Wanatani Bambu, di Indreng Genitri Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Ikfina memberikan contoh, misalnya kalau di Desa Bejijong, Kecalatan Trowulan, ada homestay bergaya Majapahit. “Nanti di Claket,  homestay-nya yakni pondok bambu,” tukasnya.

Lebih lanjut, ia berharap dari kerjasama antara BRI dan Yayasan Bambu Lestari, ke depannya bisa membawa Claket sebagai sentra pembibitan bambu bahkan bisa dikenal sebagai ‘desa bambu’. Bupati juga ingin agar program kerjasama ini terus berlanjut, selain untuk melindungi alam, tentunya juga membawa dampak perekonomian warga sekitar.

“Jika program ini jalan, nanti bisa bermanfaat untuk perputaran roda perekonomian warga sekitar,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menyampampaikan, berencana melibatan ibu-ibu Desa Claket dalam giat budidaya bambu tersebut. Upaya ini sebagai bentuk usaha pemanfaatan bambu dari segi ekonomi.

“Kemarin kita mengajukan program pembibitan bambu skala keluarga, dengan sistem partisipasif. Ada penawaran kepada KK (kartu keluarga) dalam satu desa. dengan syarat 1 KK melakukan pembibitan sebanyak 2.166,” jelasnya.

Sementara itu, dibutuhkan 30 KK dalam satu desa. Dari 30 KK tersebut, target bibit bambu yang diperoleh sebanyak 64.980.  “Dengan MoU bersama BRI ini, kita dapat menerima bantuan untuk memberikan insentif kepada KK dengan imbalan Rp 2.250 per bibit. Selebihnya, dari CSR BRI kekurangannya akan kita tutup dengan anggaran yang ada,” terang Didik.  

Pimpinan Kantor BRI Wilayah Surabaya Triswahju Herlina, menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Mojokerto, hingga kinerja Kantor BRI Cabang Mojokerto berhasil menjadi nomor satu di Jawa Timur.

“Berkat support Ibu Bupati, Kantor BRI Cabang Mojokerto menjadi kantor BRI dengan kinerja terbaik Wilayah Surabaya. Semoga kerjasama dan sinergi ini, bisa memberi manfaat untuk masyarakat,” ujar Triswahju Herlina.

Selain CSR, dalam kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Kantor BRI Cabang Mojokerto turut melaksanakan MoU terkait pemanfaatan jasa dan layanan perbankan dalam pengelolaan BUMDes. Layanan tersebut adalah pick up service, yang akan memudahkan pemdes dalam transaksi keuangan.

Lebih tepatnya, BUMDes tak perlu lagi datang ke kantor BRI untuk setor tunai, karena BRI sendiri yang akan datang menjemput dana setoran tersebut. Penandatanganan MoU dilakukan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Dian Kesuma Wardhana selaku Pemimpin BRI Cabang Mojokerto. 

 

Baca Juga :  Polres Mojokerto Beri SIM Gratis Pebulutangkis Putra Daerah Peraih Emas Pon 2021

 

Pewarta : Hermansyah
Editor : Adinda

    Kanal Terkait