Derita Bocah Perempuan Asal Blimbing, Sehabis Diperkosa, Dianiaya dan Diviralkan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
ilustrasi unsplash.com
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Derita Bocah Perempuan Asal Blimbing, Sehabis Diperkosa, Dianiaya dan Diviralkan

satukanal.com, Malang – Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial dialami oleh gadis yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Setelah diperkosa, bukannya dibela, dia malah menjadi korban perkosaan karena pelaku diduga memutarbalikkan fakta. Kejadian di Blimbing, Kota Malang ini mulai ramai ketika cuplikan video yang merekam kejadian penganiayaan korban yang berusia 13 tahun ini viral di media sosial.

Korban sebelumnya tinggal di salah satu Panti Asuhan yang ada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ibunya bekerja sebagai ART sementara ayahnya adalah seorang ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa).

Menurut Leo A. Permana, S.H.MHum. selaku pihak dari LBH IKADIN Malang Raya, kejadian berlangsung Kamis (18/11/2021). Dia menjelaskan, korban ketika itu berada di rumah salah satu pelaku berinisial D yang berlokasi di Blimbing. Kemudian datanglah pelaku lainnya yang berinisial Y (18) dengan dalih mengajak korban jalan-jalan.

Baca Juga :  26 Rumah Sakit di Kota Malang Sudah Terakreditasi

“Bermain di rumahnya Si D, apakah di ajak D duluan masih belum tahu, tapi pada saat itu ada di rumahnya si D. Kemudian di WA dijemput sama si Y ini. Entah diiming-imingi dengan apa tapi dalihnya diajak jalan-jalan,” ujar Leo. Pelaku Y mengajak korban ke rumahnya, kemudian memperkosa korban disertai penyiksaan menggunakan selendang.

Tidak berakhir di situ saja, korban masih harus mendapatkan penganiayaan dari 8 orang pelaku sesaat setelah istri Y memergoki kejadian tersebut. Ketika istrinya memergoki kejadian tersebut, Y justru menyangkal dan playing victim terhadap korban. Ia mengatakan bahwa korban telah mengajaknya untuk melakukan hubungan seksual.

Baca Juga :  Gelar Jathilan, Kampung Tematik Rolak Kembali Bergerak

“Seolah-olah si anak ini dituduh pelakor dan dibawa untuk dilanjutkan di TKP kedua. Setelah dianiaya lagi diambil barang-barangnya, pelaku Y dan istri tidak ikut. Pelaku ada 8 anak itu mungkin sekitar 3 perempuan ada 5,” lanjut Leo.

Menurut Leo, korban saat ini belum bisa diambil keterangan dan merasa cukup kecewa dengan beberapa pihak yang meminta supaya persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini, Kami dari LBH IKADIN Malang Raya terus mengawal proses ini sampai korban bisa mendapatkan keadilan yang setara, dan pelaku mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya,” tutur Leo. (*)

Pewarta : Lutfia Indah

Editor : Danu S

 

Kanal Terkait