Deretan Penginapan di Malang dan Beragam Kisah di Dalamnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Deretan Penginapan di Malang dan Beragam Kisah di Dalamnya

Satukanal.com, Malang – Apabila kalian sering menginap di sebuah tempat penginapan atau hotel, Siapa sangka, beberapa penginapan di Malang selain terkenal dan nyaman ternyata juga menyimpan beberapa kisah yang melekat didalam bangunan tersebut.

Penasaran, Berikut adalah beberapa rangkuman dari Satukanal.com tentang beberapa penginapan yang ada di Malang dengan beragam kisahnya. Simak ulasannya.

Hotel Niagara


Hotel Niagara yang berlokasi di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur memang menjadi salah satu hotel yang mungkin banyak dikenal orang karena beberapa kisahnya. Hotel kuno yang dibangun tahun 1918 ini sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Bangunan yang terdiri dari lima lantai ini menyimpan beberapa kisah yang begitu populer. Sehingga hanya orang yang bernyali saja yang berani menginap di hotel tersebut. Karena konon ada banyak kisah misteri yang ada di dalamnya.

Kisah misteri tersebut di antaranya terdapat sosok penampakan 3 wanita yang mirip noni Belanda di lantai 3 Hotel Niagara. Penampakan noni Belanda tersebut dialami oleh rombongan turis. Pengalaman turis ini juga dikenal dengan kejadian Three Beautiful Ghost Hotel.

Hotel Pelangi


Berada di pusat kota Malang, walaupun terdapat perubahan dengan bentuk aslinya, hotel Pelangi tetap merupakan salah satu hotel tertua yang ada di kota Malang. Sebelum muncul dengan bangunan yang ada sekarang dan meneruskan hotel Palace, di tanah tersebut ternyata telah terdapat sebuah hotel yang dibangun pada tahun 1860.

Baca Juga :  Menelisik Sejarah Kampung Topeng Malangan

Di area yang kini ditempati oleh hotel Pelangi, pada tahun 1860 telah didirikan hotel Lapidoth. Hotel tersebut kemudian mengalami pergantian nama menjadi hotel Malang pada tahun 1870. Ketika masih bernama hotel Lapidoth atau hotel Malang tersebut, gaya bangunan sungguh berbeda dengan yang ada sekarang.

Pada masa itu hotel dibangun dengan gaya yang sangat tradisional dan menyerupai pendopo. Selanjutnya nama hotel ini berubah lagi menjadi hotel Jensen pada sekitar tahun 1900. Selanjutnya setelah pemiliknya meninggal, hotel ini kemudian dijual dan dihancurkan.

Baca Juga :  1 Keluarga Positif, 1 RT di Lowokdoro Swab Massal

Pada bekas lahan hotel Malang tersebut kemudian pemerintah kota mendirikan hotel Palace pada tahun 1915. Namun ketika Jepang datang, nama hotel diubah menjadi hotel Assoma hingga akhirnya kembali lagi ke nama awal pada tahun 1945. Nama hotel Pelangi sendiri mulai muncul pada tahun 1953 ketika hotel tersebut dibeli oleh seorang kontraktor asal banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin.

Sebagian besar bangunan yang digunakan hotel Pelangi merupakan bangunan yang telah dibangun sejak masih bernama hotel Palace. Deretan kamar di sebelah barat dan timur masih dengan gaya bangunan yang klasik. Hanya saja sayangnya hotel tersebut telah kehilangan dua menara bangunan yang sebelumnya merupakan ciri khas dari hotel Palace. Hancurnya menara tersebut terjadi karena aksi bumi hangus di kota Malang pada sekitar tahun 1947.

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait