Dentuman Keras di Malang Masih Misterius, BPBD : Bukan dari Semeru dan Raung - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dentuman Keras di Malang Saat Tengah Malam Masih Misterius, BPBD Kota Masih Cari Informasi
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Dentuman Keras di Malang Masih Misterius, BPBD : Bukan dari Semeru dan Raung

Satukanal.com, Malang – Terjadinya suara dentuman keras yang masih misterius hingga kini tengah mengegerkan warga Malang, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang sementara ini memastikan suara dentuman yang terdengar bukan bersumber dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru ataupun Gunung Raung.

Adendia Trika Nugraka selaku Petugas operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kota Malang menyampaikan bahwa, sumber dari dentuman keras tersebut masih dalam proses pencarian sumber suara.

Dalam hal ini pihak BPBD Kota Malang akan memastikan dengan mengonfirmasi ke BPBD Kabupaten Lumajang dan Banyuwangi. Ia mengatakan telah menanyakan kemungkinan apakah suara dentuman berasal dari kedua gunung aktif tersebut atau tidak.

Mengutip dari laman kumparan, Mokhamad Aziz Wijaya, Operator Pusdalops BPBD Kota Malang, juga menyampaikan bahwa peristiwa dentuman ini tidak berhubungan dengan adanya peningkatan aktivitas dua gunung tersebut.

“Kami juga masih mencari informasi sumber suara. Tidak benar jika dari gunung semeru. Kami sudah konfirmasi dari pos pantau sana, di Semeru nggak dengar dentuman. Kondisi Gunung Semeru sejauh ini terpantau masih berada di level 2 atau waspada,” Ujarnya.

Baca Juga :  Mulai 23 Februari 2021, PPKM Mikro Kota Malang Diperpanjang. Ini Aturannya

Mokhamad Aziz juga menjelaskan kendati aktivitas Gunung Raung meningkat, akan tetapi suara dentumannya tidak akan sampai terdengar di wilayah Kota Malang. “Aktivitas gunung raung memang meningkat, tapi suara dentuman tidak sampai ke Kota Malang. Karena erupsi gunung raung meletus pun hanya sampai di lereng suaranya, mungkin sekitar 30 km dari Gunung Raung. Sedangkan jarak Kota Malang ke Gunung Raung kan ratusan km, itu nggak mungkin terdenga,” Ujarnya.

Aziz menjelaskan prihal gemuruh letusan Gunung Raung sangat berbeda dengan dentuman semalam. “Iya, itu pun beda suaranya kalau letusan gunung kan ada gemuruhnya. Kalo ini suaranya ‘dem’ kayak meriyam, mungkin ada sebagian gunung yang suaranya meletus seperti itu. Tapi ini frekuensi terus menerus,” tambahnya.

Adanya fenomena tersebut Aziz mengimbau agar seluruh masyarakat Malang tetap tenang dan tidak panik. Dikarenakan pihak BPBD Kota Malang akan terus memastikan dan melakukan penelusuran asal dentuman misterius tersebut.

Baca Juga :  UIN Malang Sediakan Kuota 750 Mahasiswa di SNMPTN 2021

Beberapa peryataan dari warga yang merasakan dentuman tersebut menjelaskan bahwa, suara dentuman makin terdengar keras mendekati pukul 02.00 WIB. “Jam 02.00 makin terasa keras suaranya, makin intens jedanya 5 detik. Suaranya persis jedung….jedung,” Ujarnya.

Sebagai informasi, Mamuri selaku Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mengatakan, sejauh ini asal suara dentuman tersebut juga masih belum dapat dipastikan. Sehingga, pihaknya hingga kini juga masih melakukan proses penelusuran suara dentuman keras tersebut.

Berdasarkan data sensor sismic di wilayah Malang, Tretes dan Gedangan dalam rentang waktu pukul 24.00 hingga 03.00 bahkan tidak menujukkan aktivitas kegempaan atau tidak ada tanda-tanda akan munculnya gempa bumi. Selain itu dari data aktifitas sambaran petir juga tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait