Debat Publik KPU Kabupaten Kediri, Paslon Dhito-Dewi Kupas Konflik Agraria dan Investasi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Debat Publik
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Debat Publik KPU Kabupaten Kediri, Paslon Dhito-Dewi Kupas Konflik Agraria dan Investasi

SATUKANAL.com, KEDIRI – Debat publik pertama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 telah usai digelar di di Gedung Baghawanta Kabupaten Kediri, Selasa (3/11/2020) malam.

Pasangan calon tunggal yakni Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa mengupas beberapa issue menarik permasalahan yang ada di Kabupaten Kediri. Salah satunya ialah tentang konflik agraria dan investasi.

“Kalau pada umumnya pemerintah daerah yang pro investasi. Kalau hari ini komitmen saya sama Mas Dito, apabila kita berdua terpilih nantinya akan menjadi pelayan masyarakat,” kata calon Wakil Bupati Kediri 2020, Dewi Maria Ulfa , saat dilakukan tanya jawab segmen ketiga, Selasa (3/11/2020) malam.

Baca Juga :  Disbudpar Kabupaten Kediri Upayakan Peningkatan Kualitas Pengelola Wiasata Dimasa Pandemi

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Dewi mengungkapkan sebagai pelayan masyarakat nantinya akan memprioritaskan kepentingan masyarakat. Tentunya dalam sebuah pembangunan di wilayah Kabupaten Kediri, ia akan meminta persetujuan dari masyarakat terlebih dahulu.

Sementara itu, calon Bupati Kediri 2020, yang kerap disapa Mas Dhito, menyampaikan tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mengantisipasi adanya permasalahan dalam investasi.

Dijelaskan, pemerintah Kabupaten Kediri nantinya wajib hadir sebagai pihak ketiga untuk memfasilitasi antara investor dengan pihak terkait. Sampai nantinya terjadi kesepakatan yang dituangkan didalam berita acara.

Selanjutnya, berita acara tersebut dapat ditinjau kembali apabila belum terjadi kesepakatan. “Juga selama ini yang telah dijalankan, akan masalah baru yang diselesaikan  secara sepihak. Terkadang ada kepentingan-kepentingan didalamnya. Pemerintah daerah dalam kali ini, tidak boleh ada kepentingan kepada para investor. Kecuali untuk kesejahteraan masyarakat kabupaten Kediri,” terang Mas Dhito, Selasa (3/11/2020) malam.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Upayakan Pembinaan Pembudidaya Ikan di Wilayah Kabupaten Kediri

Selain itu, ia juga mengungkapkan akan melakukan perubahan besar dan mengoptimalkan segala potensi yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Disebutkan beberapa diantaranya situs cagar budaya yang melimpah mulai dari Situs Calon Arang yang menjadi asal muasal Leak Bali, Petilasan Prabu Sri aji Jayabaya, Pemandian Tirta kamandanu, dan sebagainya.

“Dan kalau sampai kami terbukti pro investor, dan mengesampingkan masyarakat. Maka tanpa perlu didemo kami akan mengundurkan diri,” ungkapnya.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait