Dari Tanam Saham, Mahasiswa FISIP UB Dapat Emas 5 Gram - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Dari Tanam Saham, Mahasiswa FISIP UB Dapat Emas 5 Gram

Bermula dari ketertarikannya menonton berita ekonomi, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya 2015 Satrio Dimas Mahendro berhasil menyabet juara 2 di ajang “Yuk Nabung Saham” kantor perwakilan Jawa Timur yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia. Ia berhasil membawa pulang emas seberat 5 gram.

Lomba ini berlangsung selama sembilan bulan dimulai Maret hingga November 2018. Dimas mengikuti lomba “Yuk Nabung Saham” dengan menabung saham yang dinilai adalah return of investment. Yaitu suatu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan.

“Misalkan, hari ini saya menabung saham Rp 4.000 di perusahaan Unilever, lalu satu bulan kemudian naik menjadi Rp 8.000. Nah itu profitnya sudah 100 persen. Harus pinter-pinter memainkan itu. Selain itu, sering-sering nabung saham. Itu frekuensinya juga dihitung,” jelasnya.

Tahap awalnya, Dimas membuka rekening “dana investor” di Bank Mandiri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Kemudian, ia mendapatkan ID dan password untuk mendapatkan akses jual beli saham. Setiap harinya ia harus menginput data laporan keuangan berisi informasi saham-saham yang dijual belikan dan alasannya.

Adapun cara Dimas untuk memantau keadaan saham perusahaan yaitu dengan cara teknikal dan fundamental. Teknikal dengan cara melihat statistik berupa grafik keadaan saham perusahaan. Sedangkan cara fundamental dengan mengikuti berita ekonomi perusahaan yang ditargetkan.

Membawa pulang sebagai juara tak membuat Dimas cepat puas. Sekarang ia sedang mengikuti lomba AKA Thamrin Trading Competition 2019 yang diadakan oleh Universitas MH Thamrin. Dimas ingin mahasiswa sadar akan pentingnya investasi untuk masa depan.

“Sebagai seorang mahasiswa, mumpung masih muda, masih belum punya banyak tanggungan. Daripada uangnya dipakai buat hedon-hedon, ngopi, mending untuk nabung saham. Karena makin lama segala kebutuhan semakin mahal. Lebih baik mulai sekarang mumpung masih muda. Mulai membangun investasi salah satunya dengan menanam saham untuk masa depan,” pungkasnya.

Kanal Terkait