Dari Si Mata Elang Sampai Si Gelang Anting, Dinas Ketahanan Pangan Siap Luncurkan 8 Inovasi Baru - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Dari Si Mata Elang Sampai Si Gelang Anting, Dinas Ketahanan Pangan Siap Luncurkan 8 Inovasi Baru

Berbagai inovasi berbasis teknologi yang ramah dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat, menjadi kebutuhan mendesak yang patut dijembatani oleh pemerintah. Terutama dengan semakin berderapnya revolusi industri 4.0 saat ini yang mengubah pola-pola interaksi dalam berbagai sektor.

Tak terkecuali dalam proses pengumpulan data yang valid untuk bahan dasar pengambilan kebijakan di tingkat pemerintahan saat ini. Model-model ‘manual’ terkait hal tersebut, kerap menimbulkan data yang tidak sesuai dengan di lapangan. Eksesnya kebijakan pemerintah menjadi tidak tepat sasaran dan fungsi.
Bertolak dari hal tersebut Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang di tahun 2019 terus membumikan berbagai inovasi berbasis teknologi informasi yang ramah dan mudah dipakai masyarakat.

Melalui berbagai workshop kedinasan dan kerap dengan dana swadaya, DKP Kabupaten Malang yang berada di bawah kendali Nasri Abdul Wahid, yang dikenal memiliki kemampuan dalam persoalan IT, bersiap untuk meluncurkan berbagai inovasi terkait persoalan ketahanan panga. Sekaligus mendukung program strategis Kabupaten Malang dalam pengentasan kemiskinan.

Dari penuturan Nasri yang pernah mendapat apresiasi tinggi pemerintah pusat terkait inovasi pertanian Si Brilian (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman) di tahun lalu, pihaknya sedang mempersiapkan sekitar 8 inovasi baru.

“Ada 8 inovasi baru, sebagian telah berjalan di lapangan, seperti Si Brilian yang telah berjalan. Semoga April mendatang inovasi lainnya sudah selesai semua dan bisa diterapkan di tahun ini juga,” kata Nasri kepada kami saat ditemui di acara Gema Desa di Pakisaji.

Baca Juga :  Aglomerasi Jadi Sebab Malang Stay di Level 4

8 inovasi dalam ketahanan pangan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan, lanjut Nasri, didasarkan kebutuhan yang ada di lapangan. Bahkan sebagian inovasi lahir dari adanya harapan dari masyarakat itu sendiri. Misalnya inovasi yang diberi nama Si Mata Elang (Sistem Informasi Mata Rantai Elemen Pangan). Sebuah inovasi terkait data pangan yang sumbernya berasal dari masyarakat berprofesi ‘selep’ gabah beras.

Si Mata Elang ini nantinya akan menjadi ‘mata’ bagi pemerintah Kabupaten Malang dalam melihat ketersedian pangan di tingkat lapangan yang langsung datanya berasal dari masyarakat. Selain juga sebagai bagian dari manajemen selep masyarakat. “Ini dari kebutuhan para selep beras yang kini sudah ada sekitar 1.200,” ujar mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

Selain Si Mata Elang, inovasi lainnya adalah Si Brilian yang telah berjalan dan diakui efektif dalam memangkas jalur birokrasi, atas laporan dari petani yang tanamannya diserang organisme penggangu tanaman (OPT). Selain itu ada juga Sinta Harapan (Sistem Pantau 17 komoditas pangan) sebagai upaya DKP dalam mendukung Satgas Pangan, serta Si Lumpang Emas (sistem lumbung pangan berbasis masyarakat).

Si Lumpang Emas ini menjadi cukup krusial dalam mendata ketersedian pangan di lumbung-lumbung yang ada di perdesaan. Dimana, menurut Nasri, di Kabupaten Malang di tahun 2017 lalu masih ada sekitar 12 desa di 10 kecamatan yang masih masuk dalam peta rentan pangan. “Rentan pangan bukan rawan pangan. Ini patut ditegaskan agar tidak terjadi miss-persepsi karena berbeda arti,” ujarnya.

Baca Juga :  Apresiasi Anak Muda sebagai Penerus Bangsa, Sutiaji: Indonesia Berada Dipundak Kalian Semua

Melalui Si Lumpang Emas inilah persoalan-persoalan terkait hal tersebut bisa dijembatani dan didapatkan data valid yang selama ini kerap berbeda-beda antara satu pihak dengan lainnya.

Selain inovasi tersebut, di tingkat internal DKP Kabupaten Malang sendiri ada sistem bersifat online yang dinamakan Si Cakep (Sistem Informasi Catatan Pegawai). Disusul aplikasi Keamanan Pangan yang memuat data-data produsen pangan segar dan sehat. Aplikasi ini merupakan bagian tanggungjawab yang melekat di DKP Kabupaten Malang terkait makanan sehat. Dimana, Nasri menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai uji makanan sehat di lembaga pendidikan di Kabupaten Malang.

“Ini menjadi penting bagi tumbuh kembangnya generasi kita. Konsumsi makanan mereka yang tidak sehat akan menimbulkan dampak panjang bagi generasi datang,” ujarnya.

Inovasi terakhir yang akan diluncurkan terkait dengan persoalan yang kini sedang diupayakan Pemkab Malang terkait persoalan stunting. Dimana DKP Kabupaten Malang bersiap meluncurkan Si Gelang Anting atau Sistem Informasi Gerakan Penanggulangan Anak Stunting.

Si Gelang Anting tersebut, menurut Nasri nantinya akan memantau pola konsumsi makanan dan minuman sehat bagi pasangan usia subur, pra hamil, saat hamil sampai pasca hamil sampai usia 2 tahun.

“Dengan Si Gelang Anting ini kita bisa membantu dinas terkait dalam persoalan stunting di Kabupaten Malang,” pungkas Nasri.

Kanal Terkait