Dari Sentra Kuliner Sampai Pasar Hewan Kota Malang, Kian Merana - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dari Sentra Kuliner Sampai Pasar Hewan Kota Malang, Kian Meranaan, Kian Merana
Sentra kuliner yang berada persis di seberang Stasiun Malang Kota Baru Tampak sepi (Foto: Yulsa, Manda/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Dari Sentra Kuliner Sampai Pasar Hewan Kota Malang, Kian Merana

Satukanal.com, Malang – Pemberlakuan sejumlah aturan kala pandemi Covid-19 memberikan dampak di berbagai sektor. Tak hanya sentra kuliner yang merasakannya, bahkan pasar hewan pun juga mulai kesusahan meraup rupiah.

Seperti yang terlihat di Sentra Kuliner Brawijaya. Salah satu pusat kuliner yang kerapkali jadi jujukan para pelancong ini terlihat sepi pengunjung. Puluhan meja dan kursinya pun tampak rapi berjajar tanpa dihiasi pengunjung.

Pada hari biasa, sentra kuliner yang berada persis di seberang Stasiun Malang Kota Baru ini selalu buka selama 24 jam. Mengikuti jadwal penumpang kereta yang terus menerus berdatangan.

Tetapi, sejak dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, banyak lapak-lapak yang tutup di lokasi ini. “Terhitung 50 persen penjual, memilih dirumah saja” ungkap seorang petugas kebersihan, Supriadi.

Sayangnya, pembatasan aktivitas yang diberlakukan membuat jadwal kereta banyak yang tertunda. Keadaan stasiun pun tidak seriuh biasanya, sehingga banyak pedagang menutup kiosnya lebih awal pada pukul 20.00 WIB.

“Ya gitu, cuman terjual 10-15 porsi saja sehari. Saya tidak mau kalau PPKM nantinya terus terusan di perpanjang. Kasian saya dan yang lain, jauh-jauh kesini niatnya nyari nafkah, tapi dapatnya tidak sesuai ongkos,” sahut salah satu pedagang, Nuryati.

Baca Juga :  Waspada! Sehari 10 Orang Meninggal Akibat Covid di Jombang

Pemandangan serupa juga nampak di Pasar Hewan Splendid. Salah satu pasar legendaris di Kota Malang ini juga nampak sepi. Meskipun berbagai jenis bunga juga dijajakan di pasar ini, namun hal tersebut tak mampu mendongkrak pengunjung. Semenjak pandemi berlangsung, pasar ini terus mengalami penurunan.

Salah satu pedagang burung kicau, Sigit Widodo, mengeluhkan dagangannya yang kini sulit pembeli. Ia menjual berbagai macam burung, ada Lovebird yang ia hargai Rp 40 ribu dan ada burung parkit. Jika sebelum pandemi ia bisa menjual 20 burung dalam sehari. Kini, hanya 10 sampai 15 burung yang terjual.

“Mulai awal pandemi itu udah turun, terus ya makin kesini makin menurun, bisa sampai 50 persen. Apalagi ada PPKM ini,” ujarnya.

Pengurus Pasar Bunga dan Pasar Burung Splendid, Samsul Baiyoni mengungkapkan, Pasar Splendid tetap dibuka meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tengah berlangsung. Hal ini dikarenakan, Pasar Splendid tidak hanya menjual satwa, namun juga pakan, kandang, juga berbagai obat perawatan.

“Mau ditutup juga tidak bisa, sebab ini kan pasar. Banyak masyarakat yang butuh pakan, atau keperluan lainnya. Entah itu untuk ternak, atau untuk peliharaan mereka,” tutur Samsul.

Baca Juga :  Yuk, Dimanfaatkan! Penutupan Pendaftaran CPNS di Jombang Diundur

Walau begitu, Samsul mengaku ia dan stafnya melakukan patroli untuk menjaga jarak aman dan kepatuhan protokol kesehatan. Apalagi, di pasar ini setidaknya ada 200 lebih pedagang yang menjajakan dagangannya.

Pengunjung Splendid biasanya tak hanya datang dari Kota Malang, banyak juga pelancong dari luar kota yang datang untuk melihat-lihat. Pasar yang sudah berdiri sejak 1960 ini merupakan surga bagi mereka pecinta hewan.

Tentu saja, setelah adanya pandemi yang melanda menjadikan jumlah pengunjung berkurang lantaran adanya pembatasan perjalanan antar kota.

Sebagai informasi, pelaksanaan PPKM Darurat resmi diperpanjang hingga (25/7/2021) mendatang. Namun masyarakat bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 Triliun berupa bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik.

Selain itu dari keterangan Presiden RI Joko Widodo pada konferensi pers perpanjangan PPKM Darurat, Selasa (20/7/2021) lalu, Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro.

Pewarta : Mandalika Naurah , Yulsa Zenna
Editor : Adinda

Kanal Terkait