Dari Atas Kursi Roda, Menik Bisa Make-Up Tunangan hingga Wisuda | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191227_105037-960x640
Sahabat Disabilitas tengah konsentrasi saat praktik menata rambut di pelatihan tata rambut oleh Dinas Sosial.(Foto: Isna)
BERITA ISU PILIHAN

Dari Atas Kursi Roda, Menik Bisa Make-Up Tunangan hingga Wisuda

SATUKANAL, KEDIRI – Seorang laki-laki tampak berdiri menata rambut perempuan yang duduk di kursi. Tangannya lihai menata rambut menjadi sedemikian rupa. Di sekelilingnya, belasan orang memperhatikan si penata rambut.

Belasan orang itu ialah disabilitas yang tengah mengikuti pelatihan tata rambut (hair-do) di aula kantor Dinas Sosial (Dinsos), Jumat (27/12/2019). Pelatihan ini digelar lima hari, sejak Kamis hingga Senin (26-30/12/2019).

Pelatihan tata rambut ini adalah kelanjutan pelatihan tata rias pada 2018. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri Dyah Saktiana mengatakan pelatihan ini adalah permintaan Sahabat Disabilitas.

“Tahun 2018 kami adakan pelatihan tara rias. Ternyata, banyak yang berlanjut membuka usaha make-up artist (MUA, red), tapi belum bisa tata rambut, akhirnya mengajukan ke Dinsos,” ucapnya saat dihubungi Satukanal.com.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh praktisi Salon Aconk. Di hari kedua pelatihan, peserta sudah diajarkan mengeriting rambut dan tiga model tata rambut.

“Ada sanggul dan sanggul modern. Kita ajarkan yang biasa dipakai di hari-hari biasa, kaya ke mall,” ujar Aconk, pemilik Salon Aconk usai praktik menata rambut pada salah satu peserta.

Pria modis ini sudah kali kedua menjadi pemateri pelatihan Dinsos. “Dulu yang ngajarin tata rias juga saya. Temen-temen disabilitas tuna rungu dan tuna daksa, jadi saya juga adaptasi mengajar tanpa bahasa verbal, hanya bahasa isyarat, itu aja kesusahannya,” ungkap Aconk.

Meski begitu, peserta pelatihan sangat antusias saat praktik. Aconk dan rekannya pun telaten mengajarkan satu per satu untuk menata rambut.

“Ayo coba semprot hairspray, jaraknya agak jauh ya, supaya rambutnya nggak nggerembel jadi satu,” instruksi Aconk pada 20 peserta sambil tangannya bergerak-gerak sebagai isyarat.

Salah satu peserta pelatihan, Menik Fitria, tampak konsentrasi memperhatikan arahan Aconk. Menik sudah memulai usaha MUA sejak 2017.

Ditemui usai pelatihan, Menik mengaku belajar merias secara otodidak. “Akhirnya coba belajar lewat pelatihan. Tahun 2018 ikut pelatihab tata rias Dinsos, tahun ini ikut lagi, untuk tata rambutnya,” ujar perempuan asal Maron, Kecamatan Banyakan ini.

Sehari-hari, Menik biasa menerima klien untuk berbagai acara. “Biasanya ramai waktu wisuda, karnaval, sering juga rias tunangan,” imbuh Menik.

Meski aktivitasnya terbatas di atas kursi roda, namun semangatnya tak surut. Makin hari, kliennya makin banyak. Menik biasa mengiklankan jasanya melalui akun instagram @pithy_vitry.

“Ingin dikembangkan terus usahanya. Orang-orang yang pesan jasa make-up dari instagram biasa datang ke rumah,” pungkas Menik di atas kursi rodanya.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

Menik Fitria, disabilitas pemilik usaha tata rias asal Kecamatan Banyakan. (Foto: Isna)

    Kanal Terkait