SATUKANAL.COM
IMG_20201107_110719_copy_940x640-6bcbe810
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Dampak Pandemi Covid-19, Pengusaha Getuk Pisang Beralih ke Bisnis Tanaman Rombusa

Satukanal.com, Kediri – Sembilan bulan diberlakukan penutupan pariwisata di Kabupaten Kediri, menyebabkan beberapa pelaku usaha getuk pisang
menghentikan produksi dan beralih ke usaha lain untuk melanjutkan perekonomian mereka. Seperti yang dilakukan oleh Sujarwo, warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, beralih ke usaha bidang pertanian tanaman hias rombusa.

Dikatakan usaha tersebut dinilai lebih menguntungkan dan sesuai dimasa pandemi Covid-19 ini.”Sebelumnya ini saya usaha getuk pisang, karena ada pamdemi ini. Terkena dampak. Apalagi pariwisata pada ditutup, akhirnya berhenti dulu lah. Kita mencoba Tanam bunga,” kata Sujarwo, pemilik usaha tanaman hias Rombusa, kepada Satukanal.com, Senin (9/11/2020).

Baca Juga :  Tertimpa PHK Masal, Warga Kediri Sukses Berwirausaha Jual Jamu

Sujarwo mengungkapkan, permintaan untuk penjualan tanaman rombusa saat ini dilakukan pengiriman ke wilayah Malang. Bahkan sudah melakukan kerjasama dalam penjualan, sehingga ia tidak kebingungan untuk pemasaran.

Penggunaan dari tanaman rombusa sendiri, biasanya digunakan untuk penghijauan dan hiasan dipertamanan. Disebutkan, harga jual para petani yakni sebesar 7000 rupiah, dan sampai pada tingkat pedagang sebesar 15000 hingga 20000 rupiah.

“Untuk Rombusa, Alhamdulillah permintaan ini bagus. Apalagi di musim pandemi ini banyak orang yang mencari kesibukan. Mayoritas ibu-ibu yang cocok itu adalah bunga,” ucapnya.

Sujarwo juga menjelaskan, saat ini menanam tanaman rombusa sebanyak 1000 batang, dengan perluasan lahan 25 Ru atau 350 meter persegi. Nantinya selama empat  bulan akan dilakukan pemanenan, dan dikalkulasi dengan keuntungan sebesar 7 juta rupiah.

Baca Juga :  Tawarkan Peningkatan Kesejahteraan Pondok Pesantren, Para Kyai Kampung Siap Dukung Dhito-Dewi

“Di bidang pertanian, apabila dibandingkan dengan tanaman palawija selama empat bulan yang sekali panen hanya kisaran 3.5 juta, jelas lebih untung tanaman rombusa,” jelasnya.

Terkait perawatan, menurutnya sangat mudah untuk dilakukan seperti tanaman hias biasa. Dilajutkan, dalam pemberian air dan pupuk harus sangat teratur dilakukan. Serta semakin terpapar sinar matahari semakin bagus.

“Hasilnya lumayan. Petani kita cuma belum terbiasa dengan bertani bunga. Lebih fanatik ke petani Palawija,” tutupnya.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait