Curah Hujan Tinggi, Berpotensi Peningkatan Nyamuk DBD di Kabupaten Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
DBD
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Curah Hujan Tinggi, Berpotensi Peningkatan Nyamuk DBD di Kabupaten Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Peningkatan curah hujan berpotensi menjadi perindukan nyamuk, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kediri. Perihal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan, Bambang Triono Putro, ke Satukanal.com, Kamis (4/02/2021).

Namun faktor utama tetap berasal dari pola perilaku masyarakat terkait kebersihan lingkungan. Perilaku hidup sehat dan kesadaran menerapkan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) seperti penimbunan air, kaleng yang terbuka, dan sebagainya.

“Trendnya bulan terakhir kelihatannya mulai menurun. Beberapa bulan yang lalu sangat tinggi. Selama musim hujan belum reda, kita tetap mewaspadai. Bulan Januari, Februari, Maret hujan masih berpotensi tinggi,” ungkap dr. Bambang, Kamis (4/02/2021).

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS dan CPPPK Mundur Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Menurut data Dinkes, kasus DBD  mencapai 338 orang pada tahun 2020. Sejumlah 7 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sejak bulan Agustus, hingga tertinggi pada bulan Desember mencapai 23 kasus, beserta 1 angka kematian.

Bambang juga menjelaskan penyebaran kasus DBD tidak hanya berpusat di satu titik wilayah. Selama masih tingginya curah hujan, potensi perindukan nyamuk penyebab DBD (Aedes aegypti) tetap ada. Sehingga sangat diperlukan penekanan  3M, agar tidak terjadi perindukan tempat nyamuk.

“Kasus datanya cukup bnyak di beberapa wilayah. Kemarin di daerah barat sungai dan di tepi timur sungai juga ada. Jadi tidak hanya satu tempat, ada di mana-mana,” jelasnya.

Baca Juga :  Mantan Napi Membuat Kerajinan dari Koran Bekas, Hasilnya Tak Terduga

Disebutkan Dinkes Kabupaten Kediri melalui para petugas Puskesmas, telah melakukan pendataan kasus DBD di setiap RT dan RW. Dengan adanya laporan kasus DBD dari pihak Puskesmas, Dinkes Seksi Pencegahan Penularan Penyakit akan segera menindaklanjuti dengan penanganan foging.

“Tanpa mengajukan foging, dari Puskesmas akan mengadakan istilah Gerakan surveilans Puskesmas. Dengan gerakan epidemology, lapor ke Dinkes, lalu kita foging,” tutup Bambang.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait