Cuaca Ektrem, Panen Susu Menurun - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Cuaca Ektrem, Panen Susu Menurun
BERITA Kanal Highlight

Cuaca Ektrem, Panen Susu Menurun

Satukanal.com, Batu – Musim hujan dan udara dingin yang mendera, berdampak tak hanya pada manusia. Hewan ternak yang ada, juga menerima imbasnya. Seperti yang terjadi di Ngantang, Kabupaten Malang. Jumlah hasil panen susu menurun akibat sapi yang dirasa terdampak cuaca ekstrem.

“Karena udaranya dingin dan sering hujan, susunya jadi lebih sedikit. Mungkin dia juga kedinginan,” ucap salah satu peternak sapi, Milawati sambil terbahak. Dalam kondisi normal, sebelas sapi produktif yang dimilikinya bisa menghasilkan hingga 160 liter susu setiap hari. Tetapi, pada musim penghujan ini jumlahnya menurun drastis sampai 120 liter per-harinya.

Perawatan lebih terhadap sapi perah memang harus dilaksanakan ketika musim hujan sedang berlangsung. Bahkan dari segi pakan pun harus lebih diperhatikan. Menurutnya jika waktu kemarau bisa dengan mudah mencari rumput sebagai pakan, sekarang lain halnya. Lantaran musim hujan rumput cenderung basah, maka harus dikeringkan dahulu.

Baca Juga :  Suasana Pandemi Belum Pulih, Penjualan Anggrek Masih Menurun

“Kandungan air tinggi yang berada didalam pakan akan menurunkan kualitas susu. Selain itu sapi akan lebih rentan sakit sehingga berpengaruh pada produktifitasnya,” ujarnya. Demi hasil terbaik, Nunuk biasa menggunakan rumput gajah muda dengan campuran vitamin untuk menjaga kualitas susu.

Kebersihan kandang juga merupakan hal yang penting dalam pemeliharaan sapi perah. Kandang dibersihkan setiap pemerahan akan dilakukan, dua kali dalam sehari normalnya. Mengikuti jadwal perah yang dilakukan setiap hari dua kali, ketika pagi dan sore. Proses pemerasan yang dilakukan menggunakan dua unit mesin.

Sedangkan untuk mempersingkat waktu mereka biasa menggunakan cara manual. Ia mengaku penjualan susu hingga sekarang masih stabil – stabil saja. Kala pandemi sedang gencar pun tetap tak mengganggu produksi dan permintaan susu. “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada pengaruh dari pandemi. Sejak awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) produksi tetap seperti biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Kondisi Vila Songgoriti Berangsur Normal

Kebutuhan akan konsumsi masyarakat dalam menjaga imunitas tubuh menjadi alasannya. Semua orang tau jika khasiat susu, bisa sangat berguna bagi kesehatan. Selain pemenuhan nurtrisi lain dari buah-buahan sehat. Harga susu dari petani sendiri bisa dikatakan stabil. Satu liter susu dihargai seharga Rp 6 ribu. “Harapan saya agak cuaca segera membaik dan pandemi segera pergi,” harapnya.

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait