Cuaca Ekstrem, Nelayan tradisional di Banyuwangi Tak Dapatkan Ikan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG-20210209-WA0122-24a659f0
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Cuaca Ekstrem, Nelayan tradisional di Banyuwangi Tak Dapatkan Ikan

Satukanal.com, Banyuwangi – Akibat cuaca ekstrem dan angin kencang nelayan tradisional Kelurahan Mandar Banyuwangi tidak mendapatkan tangkapan ikan. Akhir-akhir ini nelayan banyak yang mengeluh dikarenakan tidak ada satupun yang mendapatkan tangkapan ikan setelah melaut.

“Dengan cuaca seperti ini, selain hujan anginnya juga kencang sehingga cuaca buruk itu sangat berpengaruh terhadap tangkapan, nelayan sini menamai angin barat daya. Saya mengecek dikawasan plengsengan atau di kawasan pesisir sekian banyak nelayan bilang tidak ada satupun yang dapat,” kata lurah Kampung Mandar Dwi Sasongko saat dikonfirmasi Satukanal.com (09/02/2021)

Baca Juga :  TRC PPA Bersama GKLD Dan TRISULA 88 Bagikan Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Puting Beliung¬†

Dwi mengungkapkan, dalam keadaan seperti ini tentu berdampak buruk bagi perekonomian nelayan. Terlebih nelayan masyarakat Kampung Mandar, karena sangat bergantung pada laut dan tidak memiliki pekerjaan sampingan selain mencari ikan.

Di tengah cuaca ekstrem, masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan perawatan kapal. “Nelayan memanfaatkan untuk bersih-bersih perahu, cek mesin dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Terpisah, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi, Freddy Dwi Kurniawan menginformasikan bahwa saat ini merupakan puncak musim penghujan. Sudah terjadi pada bulan Januari dan berlangsung hingga Februari 2021.

Baca Juga :  Gejolak Dunia Olahraga Tinju di Banyuwangi Terus Bergulir

Freddy Dwi menyampaikan bahwa, untuk gelombang laut di wilayah selatan Jawa Timur, akhir-akhir ini cukup tinggi. Menurut hasil pemantauan pihak BMKG, gelombang mencapai 3 sampai 5 meter.

“Kami menghimbau kepada nelayan dalam melakukan aktivitas agar berhati-hati, karena memang gelombangnya cukup tinggi,” ucapnya.

Dia menyebut, untuk hari ini gelombang di perairan selatan Jawa Timur diprediksi sudah turun sekitar 3,5 meter. “Untuk tanggal 10 Februari sudah sekitar 2,5 meter, Jadi sudah normal,” tutupnya

 

 

 

 

Pewarta : Abdul Konik
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait