Covid-19 Berkah Untuk Petani Ikan Koi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pembudidaya Ikan Koi Kediri Laris Manis
BERITA STRAIGHT NEWS

Covid-19 Berkah Untuk Petani Ikan Koi

SATUKANAL.com, KEDIRI – Pembudidaya ikan koi Kabupaten Kediri, mengalami peningkatan omset penjualan sebelum masa pandemi Covid-19. Peningkatan tersebut mencapai 75 hingga 100 persen

Hal tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan pasar, dan adanya pembatasan aktifitas. Sehingga banyak melakukan aktifitas dirumah.

“Alhamdulillah selama pandemi permintaan banyak, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk jenis ikan Koi, dalam satu bulan omset mencapai 10 juta. ” ungkap Surya, salah satu pembudidaya ikan koi Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jumat (23/10/2020).

Ia mengaku, sudah hampir 20 tahun membudidayakan ikan Koi. Namun baru sekali ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dimasa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Banjir Dukungan, Calon Bupati Kediri Terima Bantuan Mobil Siaga dari PKPI

Menurutnya hal itu disebabkan sedikitnya jumlah stok ikan koi di pasaran, namun tidak di imbangi dengan permintaan yang tinggi.

Ia juga menjelaskan, permintaan jenis ikan koi juga mermacam-macam, seperti Showa, Thanco, Chagoi, Goromo, Soragoi, dan sebagainya. Namun permintaan yang disukai jenis ikan koi tertinggi saat ini ialah jenis Showa. Kelebihannya yakni dari segi corak warna sangat beragam.

Dikatakan dari segi harga juga yang paling mahal. “Untuk ikan koi indukan per ekor dijual dengan harga 3 sampai 5 juta. Sedangkan yang berukuran 10 sampai 20 Centimeter, dijual dengan harga Rp50.000,” jelasnya.

Baca Juga :  Semangat Guru SLB Mengajar Di Masa Pandemi, dari Aplikasi Hingga On Visit

Dalam segi pemasaran, diakuinya permintaan datang dari berbagai pasar dan belum mengalami terkendala apapun. Terutama sangat membantunya ialah pemanfaatan media sosial.

Dari segi penjualan, permintaan datang dari Banyuwangi, Jakarta, Bandung, Malang, hingga ke luar pulau.

Dalam satu desa Punjul ini, awalnya banyak budidaya ikan komet dan pancawarna. Namun sekarang banyak yang beralih untuk budidaya ke ikan Koi. “Barang langka,terus permintaan banyak sekali. Sehingga pembudidaya lebih tertarik untuk mencari keuntungan berlebih,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait