Daerah-Daerah Mulai Batasi Aktivitas Berkumpul Masyarakat | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aktivitas Berkumpul Masyarakat
BERITA ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Daerah-Daerah Mulai Batasi Aktivitas Berkumpul Masyarakat

SATUKANAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah untuk aktif dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Daerah diminta bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggunakan anggaran secara efisien, serta menjaga agar dunia usaha tidak terimbas.

Sejumlah daerah pun langsung membuat kebijakan untuk menindaklanjuti instruksi tersebut. Misalnya di Tulungagung, pemerintah daerah mengharuskan tempat wisata dan tempat ibadah serta tempat umum menyediakan cairan pembersih tangan.

“Termasuk yang sedang melaksanakan hajatan, kita wajibkan menyiapkan hand sanitizer itu,” ujar Bupati Tulungagung Maryoto Birowo.

Dia pun meminta setiap instansi dan lembaga vertikal lain termasuk kepala desa dan camat untuk melakukan sosialisasi kebijakan ini.

“Kewajiban ini tidak dalam jangka panjang. Namun, selama mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang sudah status siaga di Tulungagung,” ujarnya.

Sementara bagi warga yang terbiasa melaksanakan ibadah jamaah salat dan kebaktian lain yang melibatkan orang banyak, Maryoto masih melakukan musyawarah untuk mencari solusinya.

Baca Juga :  Jokowi Meminta Libur Akhir Tahun Diperpendek

“Untuk aktivitas peribadatan, kita masih bahas. Belum ada ketentuan bagaimana contohnya jika hari Jumat saat ibadah salat Jumat,” kata Maryoto.

Namun, dia meminta agar tempat ibadah juga wajib menyiapkan hand sanitizer di pintu masuk.

Sementara itu, selepas keputusan meliburkan anak-anak sekolah tingkat PAUD sampai dengan SMP, Wali Kota Malang Sutiaji kembali mengambil tindakan tegas dengan menindaklanjuti Penetapan Status KLB Covid-19 dari Pemerintah Pusat.

Sikap tersebut diputuskan saat Rakor dengan Forkopimda dan seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Malang pada hari Senin (16/3) di Ruang Sidang Balaikota Malang.

Sutiaji menyatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19 di Kota Malang.

“Upaya yang dilakukan atas status tersebut adalah dengan menggunakan anggaran tidak terduga yang diperuntukkan jika terjadi bencana; dalam hal ini adalah bencana non alam seperti Covid-19” ujarnya.

Baca Juga :  Pekerja Sor Terop di Izinkan Kembali Dalam Hajatan, (SE) Satgas Percepatan Covid-19 Kabupaten Kediri

Selain itu, lanjut Sutiaji, kegiatan yang pesertanya melebihi 30 orang sementara waktu akan ditunda; dan diawasi sesuai SOP yang ada.

“Bukan tidak boleh, tapi ditunda,” tegasnya.

“Cafe, hiburan malam serta tempat-tempat rekreasi juga akan kita tutup dalam kurun waktu 14 hari mendatang,” tambahnya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi pergerakan massa atau potensi berkumpulnya warga demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sutiaji juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang. “Secara bertahap, Pemkot Malang juga akan terus melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama agar dapat memberikan ketenangan pada masyarakat untuk tidak cemas sehingga tidak berakibat pada sektor kehidupan lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait