Coban Talun Tak Lagi Seksi, Warga Mati Suri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Coban Talun Tak Lagi Seksi, Warga Mati Suri
Yoyok, Salah satu tukang ojek di area wisata Coban Talun (Foto : Tim Satukanal)
BERITA Kanal Highlight Kanal Pesona

Coban Talun Tak Lagi Seksi, Warga Mati Suri

Satukanal.com, Batu – “Dengan adanya perpanjangan, kami lumpuh total,” sebut salah seorang ojek motor Coban Talun, Yoyok. Hal tersebutlah yang layak untuk menggambarkan kondisi destinasi air terjun saat ini yang tak lagi seksi tanpa pengunjung.

Lalu-lalang kendaraan hanya berisi masyarakat sekitar pencari pakan ternak maupun kebutuhan lain. Tidak ada satupun kendaraan wisatawan yang terlihat di lokasi wisata Coban Talun. Dampak sepinya destinasi,  sangat dirasakan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup disini.

“Dulu dalam sehari saya bisa mendapatkan Rp 150 ribu jika ramai. Kalau sekarang ya tidak dapat apa-apa,” jelasnya.

Yoyok tidak sendiri, pedagang yang berada di sekitaran coban pun turut merasakan. Menurutnya, tidak ada sama sekali pembeli datang. Kecuali warga sekitar yang hanya satu atau dua orang setiap harinya. Bahkan, mereka mengeluh untuk apa berdagang tanpa ada pembeli.

Baca Juga :  Selecta: Seperti Baru Bisa Jalan, Lalu Kembali Kritis

Dia kini hanya bisa berusaha mencari alternatif pendapatan lain. Seperti menjadi penghubung petani sayur dengan tengkulak. Meski hasilnya tak seberapa, namun bisa digunakan untuk menyambung hidup.

“Saya hanya berharap semua bisa kembali. Bagaimanapun disini tumpuan utama kami, kalau tutup total terlalu lama kami makan apa?” ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak pegelola Coban Talun, Santoso. Dia mengatakan, PPKM Darurat lebih parah dibandingkan regulasi sebelum-sebelumnya. Karena pada regulasi saat ini, pelaku usaha diwajibkan tutup total. Sementara, kebutuhan harus terus terpenuhi.

Baca Juga :  Salut! Aksi Relawan Kediri Bantu Pemulasaraan Jenazah dan Bagi Peti Gratis

Ketika mendapatkan surat penutupan pada tanggal 3 Juli lalu, banyak wisatawan yang terpaksa dipulangkan. Padahal kondisi saat itu, sudah hampir pulih. Dari sebelumnya hanya ada puluhan pengunjung, naik hingga bisa menyentuh 600 wisatawan.

“Kalau saya yang perhutani memang sudah dapat penghasilan. Tapi, mereka yang kerjanya jualan di warung, ojek ataupun penjaga parkir bagaimana?. Saat ini mereka sudah tidak bekerja, dampaknya sangat terasa,” tutupnya.

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Adinda

Kanal Terkait