CJH Batal Berangkat, Pedagang Perlengkapan Haji Merugi Puluhan Juta -
SATUKANAL.COM
Maghfur, Pedagang perlengkapan dan Oleh-oleh haji di Kediri (Foto: Anis Firmansyah/Satukanal.com)
Maghfur, Pedagang perlengkapan dan Oleh-oleh haji di Kediri (Foto: Anis Firmansyah/Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

CJH Batal Berangkat, Pedagang Perlengkapan Haji Merugi Puluhan Juta

Satukanal.com, Kediri – Pemberlakuan kebijakan pembatalan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) oleh Kementrian Agama Republik Indonesia memberikan dampak kerugian luar biasa untuk para pedagang perlengkapan dan oleh-oleh haji. Salah satu pedagang mengaku rugi hingga Rp. 20 juta di musim haji tahun 2021 ini.

Salah satu pemilik toko Pusat Oleh-oleh haji di kabupaten Kediri, Maghfur mengaku sangat terpukul dengan adanya kebijakan pembatalan keberangkatan haji tahun ini. Tak pelak dengan kebijakan yang dikeluarkan Kemenag baru-baru ini ia dipastikan merugi hingga Rp. 20 juta.

“Dengan adanya pembatalan haji ini tentunya sangat berdampak untuk usaha kita,” jelas Maghfur kepada Satukanal.com, Selasa, 8 Juni 2021.

Menurutnya kebijakan pembatalan haji ini terjadi untuk kali kedua, dimana sebelumnya Kemenag melakukan hal serupa pada tahun 2020 lalu. Kebijakan batalnya pemberangkatan haji di tahun sebelumnya disebabkan oleh masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di seluruh dunia.

Baca Juga :  Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Santri Tinggi

Untuk mesiasasati agar kerugian tidak bertambah dia mengaku tidak menambah ketersediaan stok penjualan produk, dan mempertahankan beberapa produk stok yang sebelumnya masih ada. “Tapi kita sudah antisipasi. Karena tahun sebelumnya sudah ada kebijakan tidak ada pemberangkatan haji,” katanya.

Meskipun sudah melakukan antisipasi, dia menyebut tetap mangalami kerugian, terutama berkaitan dengan produk makanan atau pendukung. Seperti pelembab khusus yang mempunyai batas penggunaan atau tanggal kadaluarsa.

Puluhan produk yang sudah kadaluarsa tidak dapat digunakan atau dijual saat ini masih tersimpan di gudang milik Maghfur. “Kita taruh gudang atas, sudah tidak bisa dipakai, banyak yang rusak dan tidak bisa dijual,” terangnya.

Baca Juga :  Siap Siap! Bansos PPKM Kota Malang Segera Cair

Ia menambahkan, dengan adanya pembatalan keberangkatan haji sejak 2020 lalu, selain kerugian bentuk produk yang sudah rusak dan tidak bisa dijual kembali, pihaknya mengalami penurunan omset sebanyak 60 persen.

Lebih lanjut ia berharap di tahun depan pemerintah pusat dapat memberangkatkan calon jamaah haji agar dampak kerugian yang dialaminya dan pedagang lain tidak kembali terulang . “Jadi saya berharap untuk keberangkatan jamaah haji, dapat dilakukan di tahun depan,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Ubaidhillah

Kanal Terkait