Cita Rasa 'Buah Surga' Dalam Seduhan Kopi Pringgitan Khas Batu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Cita Rasa 'Buah Surga' Dalam Seduhan Kopi Pringgitan Khas Batu
Kopi Pringgitan khas Batu (Foto: Yulsa Zenna/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Cita Rasa ‘Buah Surga’ Dalam Seduhan Kopi Pringgitan Khas Batu

Satukanal.com, Batu – Kota Batu erat kaitannya dengan pariwisata alam yang sejuk nan indah. Namun, ada yang patut dicoba juga yakni Kopi Pringgitan khas Batu.

Tak seperti kopi pada umumnya kopi pringgitan mempunyai cita rasa apel saat diseduh. Kopi yang pernah meraih penghargaan dari Walikota Batu Dewanti Rumpoko ini merupakan hasil budidaya Wahyu Eko Purwanto, warga asli Desa Bumiaji.

“Dulu, orang tua saya pensiunan dan seorang petani apel. Setelah pensiun, orang tua saya berpikir bahwa sudah tidak prospek untuk meneruskan apel. Jadi, lebih baik kita alih komoditas kopi,” tutur pria 40 tahun tersebut.

Kala itu ia mengaku tidak berpikir terlalu jauh. Sampai suatu ketika, ia mencoba masuk ke pinggir hutan dan menemukan semak belukar. Di situlah dia menemukan hamparan pohon kopi yang tak terawat.

Baca Juga :  Vaksinasi Perdana di Junrejo, Hanya Sediakan 300 Kuota

Setelah memutuskan berganti komoditi, pohon apel miliknya pun dibuang dan hanya rumputnya yang dipelihara. Sehingga, unsur tanah perkebunan kopinya pun terpengaruh.

Cita rasa yang dihasilkan, cenderung memiliki rasa apel. Hal ini terjadi karena pelapukan daun apel yang gugur, lalu menjadi humus. Kemudian, diserap dan disimpan oleh biji kopi.

“Setelah berjalan, akhirnya orang tua saya fokus ke peternakan dan saya ke bagian kopinya” jelasnya.

Wahyu memiliki dua jenis kopi, yaitu robusta dan arabica. Seluruh proses pembuatan kopi pringgitan, dikerjakan langsung di rumahnya. Dengan sistem roasting yang menyesuaikan kebutuhan pasar tentunya.

Biji kopi berkualitas yang ditanam di lereng Gunung Arjuno ini, disortasi sangat selektif. Agar menghasilkan biji yang berkualitas. Salah satu kelebihannya, yaitu karakter Jawa yang kental dengan rasa manis.

Baca Juga :  Selecta: Seperti Baru Bisa Jalan, Lalu Kembali Kritis

Untuk 1 kilo biji mentah dihargai Rp 150.000. Tak tanggung-tanggung,  70 persen Kopi Pringgitan didistribusikan ke Jakarta. Bahkan dalam setahun, sebanyak 1 ton biji kopi mentah dikirim ke ibukota. Barulah sisanya, diolah sendiri untuk kebutuhan warung pribadinya.

Selama bermain di kopi, Wahyu hanya jual biji mentahan saja. Kemudian, partnernya menyarankan untuk belajar mengolah sendiri. Siapa tau, nantinya ia bisa menjual kopi sendiri.

“Sebenarnya saya ingin kopi ini bisa berjaya di lokal, tapi kalau saya masuk malang, saya rasa hanya membunuh kesempatan petani lain untuk masuk. Ya akhirnya, saya hanya bekerja sama dengan beberapa roastery saja. Agar pertani lainnya mendapat kesempatan” pungkas Co Founder Cafe Retrorika tersebut.

Pewarta : Yulsa Zenna
Editor: Ubaidhillah  

Kanal Terkait