Cerdik Lihat Peluang, Pengusaha Mebel di Jombang Raup Puluhan Juta Dari Peti Mati - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Cerdik Lihat Peluang, Pengusaha Mebel di Jombang Raup Puluhan Juta Dari Peti Mati
Kusaini, pengrajin mebel di Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Cerdik Lihat Peluang, Pengusaha Mebel di Jombang Raup Puluhan Juta Dari Peti Mati

Satukanal.com, Jombang – Di saat perekonomi menurun diterpa badai Covid-19, pengrajin mebel asal Dusun Mojoroto, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang berinovasi dan meraup puluhan juta rupiah.

Kusaini (66) warga Dusun Mojoroto yang sudah delapan tahun menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin mebel ini, mampu bertahan di tengah pandemi dengan banting stir membuat peti mati. Sebelum menekuni membuat peti mati, setiap harinya ia membuat pesananan mebel seperti lemari, jendela, pintu serta beragam perabot rumah tangga lainnya.

“Melayani pesanan apa saja. Sebelum Covid melayani pesanan mebel, seperti lemari, jendela, pintu sama beragam perabot rumah tangga, ya tempat tidur, lemari mengikuti pemesan,” ucapnya pada wartawan pada Kamis (15/7/2021).

Selama Covid-19, dirinya beralih membuat pesanan peti mati dan mengirimnya ke beberapa rumah sakit di Jombang dan Mojokerto. Alasannya, karena banyak dari rumah sakit memesan peti mati.

Baca Juga :  Halo Warga Jombang, Kalian di Rumah Saja ya.. 22 Titik dalam Kota Disekat

“Saat Corona ini, karena orang sini kebanyakan beragama kristen, jadi banting stir untuk melayani pesanan peti mati. Sama yang sering membutuhkan pesanan biasanya rumah sakit. Kalau di Jombang itu RS Islam, RS Muhamadiyah sama RSUD sama RS di Mojokerto,” ungkapnya.

Sejak pagi hingga siang hari, selalu ia luangkan untuk membuat peti mati. Saat sore dan malam hari barulah ia gunakan untuk mengantarkan pesanan. Setiap harinya, ia bisa mengantar sampai kurang lebih 10 peti mati.

“Setiap hari kirim 5 sampai 8 peti mati paling banyak ke Mojokerto. Satu peti harganya Rp 800 ribu, ongkos kirim kadang Rp 150 sampai 200 ribu,” bebernya.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Santri Jombang Batal ke Ponpes

Ditanya penghasilan perbulan yang di kantongi, Kusaini mengaku tidak hapal dan cenderung tidak menghitung. Namun untuk kisaran keuntungan bisa mencapai Rp 30 juta dalam sebulan. Untuk membayar pekerja, biasanya dirinya membayar Rp 3 juta untuk tiga sampai lima pekerja.

“Penghasilan keseluruhan tidak hitung, yang penting bisa buat bayar sekolah bayari pekerja sama kebutuhan sehari- hari. Saat Covid ini malah banyak pesanan peti mati, untuk pesanan pintu, kusen, lemari tidak ada sama sekali, sepi,” ujarnya.

Berkah Covid-19 ini menurutnya bisa jadi rezeki yang datang. Namun ia tetap berharap Covid-19 segera berkahir. “Berkah Covid-19 ini pesanan mebel untuk peti mati ini yah ramai, pesanan lainnya sepi,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji

 

 

Kanal Terkait