Cegah Penyakit Unggas 'Aratan', DKPP Kabupaten Kediri Distribusikan 225 Ribu Vaksin - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Cegah Penyakit Unggas 'Aratan', DKPP Kabupaten Kediri Distribusikan 225 Ribu Vaksin
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Cegah Penyakit Unggas ‘Aratan’, DKPP Kabupaten Kediri Distribusikan 225 Ribu Vaksin

Satukanal.com, KediriDinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) melakukan pencegahan penularan penyakiat Newcastle Desease (ND) pada jenis unggas, dengan mendistribusikan sebanyak 225 ribu vaksin kedelapan lokasi kelompok peternak di Kabupaten Kediri.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih melalui Tri Wahyuningsih, selaku Kasi Penyidikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan mengungkapkan, selain pemberian vaksin, pihaknya juga melakukan pengambilan sample darah pada unggas untuk mengetahui titer antibodi hewan setelah divaksin.

“Karena kematiannya tinggi, tingkat kerugian secara ekonomi akibat penyakit ini juga sangat tinggi. Apabila unggas sudah terjangkiti, sulit untuk disembuhkan,” ungkap Tri Wahyuningsih, kepada Satukanal.com, Senin (18/01/2021).

Baca Juga :  Antisipasi Gempa Berkekuatan Besar BPBD Kabupaten Kediri Maksimalkan Fungsi Alat WRS

Bantuan vaksin ND langsung didistribusikan kepada para peternak melalui delapan titik kelompok. Antara lain Kelompok Peternak Unggas Satwa Mandiri Ringinrejo, Satwa Sejahtera Ringinrejo, Komunitas Peternak Unggas di Canggu dan Badas.

Selanjutnya, Komunitas Peternak Unggas di Desa Sempu dan Margourip Kecamatan Ngancar, Desa Purwodari dan Kranggan di Kecamatan Kras serta Desa Selosari di Kecamatan Kandat. Usulan awal sebanyak 36.317 dosis, dan terealisasi sebanyak 225 ribu dosis.

“Setiap kelompok terdiri dari 35 hingga 40 peternak. Karena jumlahnya memang terbatas, maka tidak semua dapat. Tetapi dengan sistem giliran. Vaksin kami serahkan ke kelompok ternak, terus mereka yang membagikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Alasan Performa, Manajemen Persik 'Buang' Mantan Pemain Terbaik

Sebagai informasi, virus ND menyebabkan penyakit Tetelo pada unggas yang lebih dikenal dengan istilah ‘aratan’. Penyakit tersebut memiliki tingkat kematian tinggi. Apabila hewan milik para peternak terjangkit penyakit ND/tetelo, pihaknya menghimbau untuk melakukan sterilisasi kandang.

Selain itu, unggas yang mati akibat terpapar virus ND dihimbau agar tidak dikonsumsi maupun dijadikan pakan ikan lele. “Jumlah yang kami usulkan tersebut sesuai data permintaan dari peternak yang tergabung dalam kelompok peternak,” tutupnya.

 

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait