SATUKANAL.COM
Cegah Adanya Klaster Baru, Satpol PP Kota Kediri Batalkan Resepsi Pernikahan
Foto : Istimewa
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT KOTA KEDIRI STRAIGHT NEWS

Cegah Adanya Klaster Baru, Satpol PP Kota Kediri Batalkan Resepsi Pernikahan

SATUKANAL, KEDIRI – Petugas Satpol PP Kota Kediri terpaksa membubarkan sebuah resepsi pernikahan yang dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada hari ini, Sabtu (25/7/2020).

Pembatalan tersebut jelas Nur Khamid, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran covid.

“Kami menghimbau agar tidak menyelenggarakan kegiatan resepsi pernikahan tersebut, dan mematuhi surat kesepakatan bersama pelaksanaan pernikahan dalam masa tanggap darurat pandemi Covid-19,” kata Nur Khamid, Sabtu (25/7/2020).

Khamid juga menjelaskan, himbauan pembatalan itu dilakukan lantaran adanya aduan masyarakat yang merasa resah jika sampai resepsi dilakukan.

“Jadi sebelumnya ada aduan terkait acara resepsi pernikahan yang akan diselenggarakan hari ini di Lingkungan Perum Persada Sayang Kelurahan Mojoroto yang membuat resah warga,” jelasnya.

Baca Juga :  DKPP Kabupaten Kediri Menghimbau Pedagang Hewan Qurban Patuhi Protokol Kesehatan Saat  Berjualan

Menindaklanjuti aduan itu, petugas Satpol PP mendatangi kediaman pemilik hajat pada Jumat (24/7/2020) malam.

“Kedatangan aparat untuk mencegah digelarnya prosesi pernikahan karena dinilai melanggar aturan,” katanya.

Setelah kedatangan petugas, akhirnya penggelar hajat dan Satpol PP membuat Surat kesepakatan bersama yang berisi komitmen untuk tidak menggelar resepsi pernikahan, dan melaksanakan akad di KUA atau tempat ibadah setempat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Akhirnya dari pemilik hajatan bersedia tidak menggelar acara resepsi dan akan menerapkan SOP protokol kesehatan Covid-19,” papar Nur khamid.

Baca Juga :  Gugus Tugas Kecamatan Ngasem Sidak Pasar, Pengunjung Yang Tak Taat Protokol Diusir hingga Diberi Sanksi Sosial

Pembatalan resepsi pernikahan di Kota Kediri tak terjadi sekali. Sebelumnya, Satpol PP membatalkan resepsi Dyah Kurniasari, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, yang sedianya digelar kemarin.

Sementara agar kasus serupa tak berulang, Nur Khamid mengimbau warga mematuhi surat kesepakatan bersama yang telah diterbitkan pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini dibuat tak lain untuk melindungi warga.

“Jadi hajatan pernikahan nggak dilarang, tapi di dalam hajatan itu dihimbau tidak mengadakan resepsi. Kenapa diimbau tidak diadakan resepsi? karena ngumpulnya orang itu berpotensi penularan (Covid-19),” pungkas Khamid.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah
Editor : Satukanal Redaksi

    Kanal Terkait