SATUKANAL.COM
BERITA

Cari Tambahan Lewat Jalan Pintas, Pria Ini Ditangkap Polisi

Anggota kepolisian Unit Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang masih terus melacak keberadaan bandar narkoba yang selama ini menjajakan “jajanan” haram di wilayah Kabupaten Malang.

Setelah sebelumnya, mengamankan budak narkoba yang bernama Muliyasin, warga Dukuh Glendangan, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, kini Polisi sedang memburu keberadaan sang bandar yang berasal dari Kota Malang. “Saya dimintai tolong teman yang bernama M (Inisial), untuk mengambil sabu ke wilayah Singosari,” kata tersangka Muliyasin, saat ditemui disela-sela penyidikan polisi, Kamis (25/4/2019) siang.

Meski mengaku tidak pernah bertemu dengan temannya tersebut. Namun pria yang kini berusia 35 tahun itu, bersedia mengambil paketan sabu yang dikirim dengan sistem ranjau, di wilayah Kecamatan Singosari. “Saya belum pernah bertemu dia (M), selama ini kami hanya berkomunikasi melalui handphone. Termasuk saat dipandu ketika mengambil sabu,” terang Muliyasin dengan nada lirih.

Dengan wajah tertutup masker serta kedua tangan terborgol, Muliyasin menjelaskan kronologi secara gamblang, kenapa dirinya bisa berurusan dengan polisi. Tepatnya pada akhir bulan maret lalu. Pihaknya mulai kenal dekat dengan M, melalui seorang temannya. Ketika awal perkenalan itulah, tersangka sebenarnya sudah mengetahui jika M adalah seorang bandar narkoba.

Seiring berjalannya waktu, Muliyasin akhirnya bersedia membantu temannya untuk memasarkan narkoba. Hingga akhirnya, pria kelahiran 22 Agustus 1983 ini disuruh untuk mengambil paketan sabu di wilayah Kecamatan Singosari. “Setelah mengambil paketan, saya disuruh untuk mengirimkannya ke depan Pom Bensin yang ada di wilayah Desa Tanjung,” terang tersangka Muliyasin.

Namun di tengah penugasan, tersangka langsung diamankan polisi yang sebelumnya sudah melakukan pemantauan. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan empat poket sabu seberat 4 gram, dan 900 butir pil ekstasi. Lantaran tertangkap tangan, pelaku hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolres Malang. “Saya terpaksa melakukan ini karena kepepet kebutuhan. Sekali mengambil dan mengirim barang, saya biasanya dapat bayaran Rp 600 ribu,” sambung pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini.

Di hadapan penyidik, Muliyasin mengaku jika selama ini dirinya kebanyakan disuruh untuk mengirim narkoba ke wilayah Kecamatan Singosari. “Saya hanya bertugas mengirim ke pengedar. Biasanya sabu dan ekstasi itu di jual ke masyarakat terutama para sopir,” pungkasnya.

Kanal Terkait