Cari Suasana Berbeda? Coba Ngopi sembari Menikmati Nuansa Heritage di Kafe Sriwijaya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bangunan peninggalan kolonial ini menjadi pembeda kafe Sriwijaya, dibandingkan coffe shop di Malang. (foto: Mandalila/satukanal.com)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Cari Suasana Berbeda? Coba Ngopi sembari Menikmati Nuansa Heritage di Kafe Sriwijaya

Keberadaan coffe shop kian menjamur di Kota Malang. Berbagai kafe hadir dengan ciri khasnya. Salah satunya kafe Sriwijaya yang kental dengan suasana heritage; bangunan kuno disertai properti jaman dulu.

satukanal.com, Malang 

Nuansa masa lalu sangat kental. Gedung tua peninggalan Belanda menjadi background meja kursi yang berderet di halaman, memancarkan aura heritage. Suasana khas ini menjadi kesan pertama, begitu kita menginjak halaman Kafe Sriwijaya.

(foto: Mandalika/satukanal.com)

Memasuki gedung, perabotan antik bertebaran. Menambah kesan vintage kafe yang terletak di  Jalan Sriwijaya No. 1, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini. Hiasan di dinding pun tampak mencuri perhatian, seperti berbagai poster film dan lagu di tahun 90-an, foto Soekarno, atau pajangan nyeleneh lainnya.

Coffe shop yang diresmikan pada bulan Oktober 2020 ini memang memiliki konsep unik. Bangunan tua itu bekas kantor PT. Kereta Api Indonesia. Tak ada yang direnovasi. Masih dengan cat tembok usang dan ubin zaman dahulu. Sehingga, gaya retro masih melekat erat.

Baca Juga :  Webinar Risolresah Refleksi UU SKN

Hal ini sejalan dengan kegemaran M Yudin, sang owner kafe Sriwijaya ini. “Memang saya suka hal – hal yang berbau vintage ini, dan kebetulan dapat tempat di sini, jadi cocok, ” ujarnya.

Laki – laki berkacamata tersebut mengungkapkan mulai dari konsep dan penataan tempat ia tata senatural mungkin. Sehingga, kafenya memiliki suasana yang berbeda dibandingkan dengan tempat nongkrong lainnya. Pria yang akrab disapa Didin ini ingin para pengunjung dapat menikmati suasana di Sriwijaya Malang. “Konsepnya memang dibentuk agar pengunjung ini bisa nyaman ketika mengobrol, berdiskusi, atau sekedar bersantai,” katanya.

(foto: Mandalika/satukanal.com)

Menu yang disajikan hidangan khas kota malang. Di antaranya menggunakan olahan rempah-rempah yang disuplai langsung dari petani Batu. Seperti olahan serai dan jahe yang melengkapi beragam jenis minuman kopi. Selain itu, terdapat menu makanan mie, ayam dan  pisang goreng. Harganya ramah di kantong, berkisar Rp 10 ribu-Rp 23 ribu per porsi.

Baca Juga :  Menelisik Sejarah Ringin Contong Jombang, tatkala Brawijaya V Cetuskan 'Yo Ambang'

Selama PPKM Darurat ini, Kafe Sriwijaya buka dari pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Tutup lebih awal dibanding hari biasa, pukul 23.00 WIB.

Dampak PPKM Darurat ini dirasakan oleh Didin. Jika pada hari biasa, pengunjung  berkisar 100 orang dalam sehari,  dengan pembatasan jam buka ini, turun hingga 50 persen. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga dunia usaha bisa kembali normal, bahkan berkembang lebih baik.

Ke depannya, Didin berharap kafe Sriwijaya tak hanya berkembang di dunia bisnis. Ia juga ingin menambah relasi serta bekerja sama dengan UMKM di Kota Malang.

Pinginnya bisa buka pasar buat UMKM, mau jualan menu apa saja monggo. Biar bisa saling membantu membuka relasi,” tutupnya. (*)

Pewarta : Mandalika Naurah

Editor : Danu Sukendro

 

Kanal Terkait