Jangan Khawatir! Ini Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Rusak atau Hilang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jangan Khawatir! Ini Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Rusak atau Hilang
Penyerahan sertifikat tanah oleh wakil bupati blitar kepada sejumlah warga desa olak-alen (Foto: Dokumentasi Pemkab Blitar)
BERITA Kanal Artikel

Jangan Khawatir! Ini Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Rusak atau Hilang

Satukanal.com, Nasional – Kepemilikan sertifikat tanah merupakan salah satu dokumen rumah yang paling penting. Dokumen ini adalah bukti kepemilikan yang sah akan tanah tempat hunian berdiri. Apabila sewaktu-waktu rumah akan dijual, sertifikat tanah menjadi dokumen legal yang membuktikan atas kepemilikan yang sah.

Namun, jika bencana melanda, banyak dari sertifikat para korban bencana yang mengalami kerusakan bahkan hilang. Lantas bagaimana cara mengurusnya kembali?

Sebagai pemilik tanah yang sah, Anda dapat mengajukan permohonan untuk menerbitkan sertifikat pengganti apabila sertifikat tanah yang hilang atau rusak. Hal ini terlah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Dalam PP tersebut juga turut mengatur syarat, tata cara, dan juga biaya mengurus surat tanah yang hilang atau rusak, simak selengkapnya.

Persyaratan mengurus sertifikat tanah yang rusak

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai
  2. Surat kuasa, apabila dikuasakan
  3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  4. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
  5. Sertifikat asli
Baca Juga :  5 Aksesoris Berbahaya Jika Ada di Dalam Mobil, Hindari!

Tata cara mengurus sertifikat tanah yang rusak

  • Anda bisa langsung mendatangi kantor BPN setempat tanpa perlu mengurus surat kehilangan terlebih dulu ke RT/RW, kelurahan, dan kepolisian.
  • Anda hanya perlu mengajukan permohonan penerbitan sertifikat pengganti
  • Lalu, mengisi formulir permohonan dan juga menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan

Biaya mengurus sertifikat tanah yang rusak

Biaya pengurusan sertifikat tanah yang rusak di kantor BPN adalah sebesar Rp50 ribu per sertifikat. Namun jika Anda mengurusnya di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)., maka tidak ada biaya yang dikenakan alias gratis.

Persyaratan mengurus sertifikat tanah yang hilang

  1. Fotokopi identitas penduduk yaitu KTP. Lengkapi dengan foto identitas yang diberi kuasa, jika pengurusan ini dikuasakan kepada orang lain
  2. Surat kuasa
  3. Fotokopi sertifikat tanah yang hilang (jika ada)
  4. Surat tanda lapor kehilangan dari kepolisian setempat
  5. Formulir permohonan penerbitan kembali sertifikat tanah yang ditandatangani oleh pemilik tanah atau pemegang kuasa di atas meterai.
Baca Juga :  6 Menu Sarapan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

Tata cara mengurus sertifikat tanah yang rusak hilang

  • Anda bisa langsung ke kantor BPN di wilayah terdekat dengan lokasi tanah
  • Setelah dokumen diserahkan, Anda bisa menunggu waktu yang ditentukan oleh petugas BPN untuk melakukan sumpah perihal kehilangan sertifikat tanah
  • Pengambilan sumpah ini akan dipimpin oleh rohaniawan kantor BPN setempat
  • Pemohon akan menandatangangi surat pernyataan di bawah sumpah
  • Pemohon akan diminta mengumumkan kehilangannya di surat kabar harian di kota domisili, guna mencegah sanggahan dari pihak lain yang mengklaim tanah yang dimaksudkan

Biaya mengurus sertifikat tanah yang hilang

Melansir situs resmi ATR/BPN, proses pengurusan surat tanah yang hilang akan membutuhkan biaya sebesar Rp350 ribu per sertifikat. Rincian biayanya adalah sebagai berikut:

  • Biaya sumpah: Rp200 ribu
  • Biaya salinan surat ukur: Rp100 ribu
  • Biaya pendaftaran: Rp50 ribu

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait