Capai 72 Ribu Ton, Stok Beras Kabupaten Malang Aman Hingga Lebaran - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Capai 72 Ribu Ton, Stok Beras Kabupaten Malang Aman Hingga Lebaran
STRAIGHT NEWS

Capai 72 Ribu Ton, Stok Beras Kabupaten Malang Aman Hingga Lebaran

SATUKANAL.com, MALANG– Produksi beras di Kabupaten malang hingga kini masih berlebih. Tercatat, ada 72 ribu ton stok beras yang ada wilayah Kabupaten Malang. Hal tersebut, menjadikan stok beras di wilayah Kabupaten Malang aman hingga lebaran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan stok beras di wilayahnya masih aman, bahan surplus. Keterangan ini diperoleh dari catatan Dinas Ketahanan Pangan yang menyebutkan bahwa stok beras di Kabupaten Malang saat ini mengalami surplus.

“Untuk stok beras kita surplus sekitar 72 ribu ton. Itu sampai dengan situasi kemarin. Apalagi saat ini sedang musim panen,” ungkap Nasri Abdul Wahid selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Malang.

Menurutnya, surplus tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Sebab, Pemkab Malang telah melakukan pengembangan sektor padi yang dalam seklai panen bisa meningkat menjadi 15 ton per hektar.

“Untuk neraca pangan rata-rata produktifitas kita per hektar kan 701 ton gabah kering giling. Kita tentu sangat terbantu. Kalau ada varietas baru, tentu akan menambah stok dan akan terus diupayakan agar petani mengikuti arahan dari dinas dan bupati,” terangnya.

Disebutkan, rata-rata beras yang dihasilkan sejauh ini dalam satu hektar hanya mencapai 10 ton. Kemudian, Bupati Malang punya gagasan untuk mengembangkan bibit padi yang bisa menghasilkan 15 ton dalam satu hektar. Dengan begitu, angka surplus stok beras juga semakin bertambah secara signifikan.

Baca Juga :  Gempa Akan Terus Terjadi di Kabupaten Malang

Lebih lanjut, Nasri mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah pemasok sumber pangan dari daerah Jawa Timur (Jatim). “Kita adalah salah satu sumber pemasok pangan di Jatim. Apalagi Kabupaten Malang surplus padi, sehingga bisa menjadi salah satu pemasok jika ada daerah lain yang membutuhkannya,” katanya.

Sementara itu, Nasri menyebut bahwa beras dari Kabupaten Malang telah disalurkan pula ke daerah-daerah yang ada di Jatim bahkan hingga Jakarta. Ia berharap bahwa hasil panen ini dapat dipertahankan para petani Kabupaten Malang, sehingga dapat menjaga harga di pasaran.

“Beras kita memasok sampai Jakarta, supply kami memang sangat luas. Dengan kondisi surplus ini, diharapkan petani dapat mempertahankan hasil panen guna menjaga harga di pasaran,” ungkap Nasri.

Nasri juga mengungkapkan bahwa surplusnya beras di Kabupaten Maang tersebut juga membuat pasokan pangan akan terpenuhi hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan, Nasri menjamin jika stok komoditi beras akan aman hingga lebaran Idul Fitri 2021 ini.

Baca Juga :  Tertinggi di Jatim, Cukai Hasil Tembakau Kabupaten Malang 80 Miliar

Hal ini senada dengan rencana pemerintah untuk melakukan impor beras sebanyak satu juta ton yang disampaikan oleh dua Menteri sekaligus yaitu Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Nasri mengatakan bahwa impor sebenarnya tak perlu dilakukan. “Kalau rata-rata per orang maka membutuhkan 90 kilogram per tahun, insyaallah tidak memerlukan beras dari luar (impor), karena kita masih ada cadangan,” ulasnya.

Nasri berpendapat, ketimbang menerapkan kebijakan impor, sebaiknya pemerintah lebih mengutamakan produk beras lokal yang saat ini diketahui telah mengalami surplus tersebut. “Maka, kami menginginkan agar produk lokal ini harus diutamakan, didahulukan untuk diserap,” imbuhnya.

Selain memastikan pasokan aman, Nasri juga menyebutkan jika harga beras di pasaran akan tetap stabil meski sebentar lagi memasuki bulan ramadhan  dan menjelang lebaran. Sebab saat ini harga beras premium di pasaran Kabupaten Malang hanya dibanderol dengan harga sekitar Rp. 10.500.

“Beras premium itu harganya antara Rp. 10.500 hingga Rp. 11.000. Untuk harga eceran tertinggi (HTE) Rp 13.000. Kita Rp 10.500 sudah dapatkan beras premium,” terangmya.

 

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait