SATUKANAL.COM
BERITA ISU PILIHAN

Calon Wali Kota Surabaya Berkumpul, Diskusikan Permasalahan di Surabaya

Sosok Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini tak henti-hentinya diperbincangkan. Prestasinya yang Top Cer seakan menjadi tolak ukur bagi calon wali kota selanjutnya.

Dalam hal ini, Ketua RAR Herman Rifa’i berpandangan lain. Ia lebih memilih mengangkat isu dan permasalahan yang terjadi di Surabaya di moment diskusi yang dihadiri beberapa calon wali kota yang bertempat di Kedai Kopi Bangi Jl. Wali Kota Mustajab Surabaya, (27/9/2019).

Ia mengatakan alasannya mengadakan diskusi tersebut bertujuan, agar para calon Wali Kota Surabaya nanti mampu menjawab sederet permasalahan yang masih belum terselesaikan di periode sekarang.

“Ya supaya mereka mendapatkan pandangan, jadi kita itu menjurus kesana,” tutur Herman.

Ditanya apakah ada sponsor untuk acara tersebut, mantan jurnalis yang akrab disapa Mener tersebut menegaskan, pihaknya tidak disponsori pihak manapun. Ia mengungkapkan bahwa ini semua murni diadakan agar calon wali kota kedepan mampu membuat arah dalam memimpin Surabaya kedepan.

“Kita tidak mendukung atau disponsori cawali tertentu, bahkan kita mau mengetahui apa sih program dari mereka,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Lia Istifhama calon wali kota dari garis PDI mengatakan, kemajuan Kota Surabaya harus tetaplah dijaga, mulai dari pembangunan perluasan ruang hijau hingga kebersihan kota.

Ia menegaskan bahwa partisipasi generasi muda dalam memajukan Kota Surabaya sangatlah penting, tidak hanya mengikuti perkembangan zaman melainkan juga harus menjadi promotor dalam membangun Kota Surabaya.

“Bagaimana anak-anak remaja, terutama siswa SMA, memiliki solidaritas kuat karena merekalah pilar generasi masa depan kita. Dan bagaimana kita bisa mengantisipasi hokks yang bisa memicu persoalan-persoalan sosial, untuk menghambat kemajuan Surabaya,” jelasnya.

Saat disinggung akan berkoalisi dengan Gus Ali Azhar (Nasdem), keponakan Khofifah tersebut menjawab bahwa dirinya dengan Gus Ali merupakan rekan aktivis PMII saat di kampus.

“Saya dengan mas Ali Azhar hubungan baik dan kami kenal sejak dulu, ketika sama-sama PMII di IAIN Sunan Ampel (sekarang UINSA). Alhamdulillah hubungan baik terjaga sampai sekarang,” terangnya.

Turut hadir di moment tersebut, beberapa calon Wali Kota Surabaya, antara lain Ony Setiawan, Lia Istifhama, Warsito, Gus Ali Zahara, serta Zahrul Azhar Asuma atau Gus Hans. Diskusi tampak gayeng karena terdiri dari beberapa element masyarakat dari jurnalis, aktivis hingga DPR turut andil dalam mengembangkan isu di Kota Surabaya.(*)

Kanal Terkait