SATUKANAL.COM
BERITA

Bupati Sanusi Janjikan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Pemerintah Desa Se-Kabupaten Malang

Bupati Malang Sanusi kembali memberikan janji kepada pemerintah desa (pemdes), yaitu kepala desa (kades) beserta perangkat desa, se-Kabupaten Malang.

Setelah janji terkait kendaraan operasional untuk 378 desa dan biaya gratis untuk seluruh kades dalam menempuh jenjang pendidikan S1 tahun 2020, kini Sanusi menyampaikan bahwa seluruh pemerintah desa yang ada dalam struktur resmi pemerintahan desa akan di-cover untuk biaya BPJS Ketenagakerjaan.

“Tahun depan kami ¬†alokasikan anggaran BPJS Ketenagakerjaan untuk kades dan perangkat desa se-Kabupaten Malang,” ucap Sanusi dalam pembukaan acara pembinaan, monitoring dan evaluasi serta pengawasan pengelolaan keuangan desa, Senin (23/09/2019) di Pendapa Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen.

Janji untuk membayari seluruh kades dan perangkat desa ini, lanjut Sanusi, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang atas kerja pemerintah desa selama ini. Politikus PKB ini menegaskan, kerja pemerintah desa sama dengan Pemkab Malang.

“Jadi, dimungkinkan saja saat melaksanakan tugasnya, ada sesuatu yang tidak diinginkan, yaitu kecelakaan. Maka lewat BPJS Ketenagakerjaan itu, perangkat desa atau kades tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengobatannya,” ujar Sanusi di hadapan peserta acara yang terdiri dari unsur kades, sekretaris desa, dan bendahara desa di sekitar 8 kecamatan untuk gelombang pertama pembinaan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Terkait anggaran untuk meng-cover BPJS Ketenagakerjaan itu, Sanusi belum bisa menyampaikan secara detail. Pasalnya, janji yang disampaikannya itu nantinya akan diajukan terlebih dahulu ke tingkat dewan.

“Kami akan ajukan dulu ke dewan (DPRD) serta akan dihitung kebutuhannya berapa. Semoga nanti dewan bisa menyetujuinya,” ucap Sanusi yang optimistis bahwa dewan akan menyetujui usulan terkait hal itu.

“Saya optimistis bahwa untuk itu nanti setelah diusulkan dan dihitung kebutuhannya bisa disetujui oleh dewan. Karena sekali lagi, pemdes ini juga sama dengan kami yang di kabupaten. Sama-sama bekerja membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Sanusi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPMD Kabupaten Malang Suwadji juga menyampaikan, terkait anggaran untuk meng-cover biaya BPJS Ketenagakerjaan pemerintah desa di 378 desa, pihaknya belum bisa menyampaikan berapa anggaran daerah yang akan dialokasikannya.
Pun, terkait empaf program yang ada di BPJS ketenagakerjaan, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiunan.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Belum. Tapi dimungkinkan hanya dua program yang akan dipakai dalam BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujar Suwadji.

Cukup banyak janji Sanusi untuk tahun 2020 terkait pelayanan kesehatan dan pendidikan. Khususnya di tingkat pemerintah desa maupun kecamatan. Dari berbagai pernyataannya, sumber anggaran tersebut akan memakai pendapatan asli daerah (PAD) walau belum dihitung dan dipastikan berapakah nominal PAD tahun 2019 ini bisa didulang dari berbagai sektor penyumbang daerah itu.

Tapi, optimisme Sanusi terkait PAD tahun 2019 ini meningkat yang membuatnya merancang dan menyampaikannya di setiap kegiatan. “Saya yakin melalui PAD kita bisa untuk merealisasikan itu semua tahun 2020,” pungkasnya.

Kanal Terkait