Bupati Kediri Gandeng PUPR, Revitalisasi 1400 Rumah Tak Layak Huni di Kampung Inggris Pare - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bupati Kediri Gandeng PUPR, Revitalisasi 1400 Rumah Tak Layak Huni di Kampung Inggris Pare
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Bupati Kediri Gandeng PUPR, Revitalisasi 1400 Rumah Tak Layak Huni di Kampung Inggris Pare

SATUKANAL.com, KEDIRI– Bupati Kediri Hanindhito Himawan, bekerjasama dengan Kementerian PUPR dalam pengentasan rumah tak layak huni di Kampung Inggris Pare.

Hal ini merupakan pemenuhan janji politik tentang penataan Kampung Inggris. Salah satunya adalah penataan rumah tak layak huni yang diperkirakan akan diterima sejumlah 1400 rumah di wilayah Kampung Inggris.

“Kampung Inggris Pare merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Kediri. Terlebih dengan progam ini diharapkan, semakin berkurang jumlah rumah tak layak huni di Kabupaten Kediri,” kata Bupati Kediri, yang akrab disapa Mas Dhito.

Baca Juga :  Bahan Pokok Merangkak Naik, Pedagang Pasar Tradisional Lesu di Awal Ramadhan

Dia juga mengungkapkan, progam ini diharapkan dapat mengurangi rumah yang tak layak huni di Kabupaten Kediri. Apalagi Kampung Inggris Pare, merupakan salah satu ikon Kabupaten Kediri di mana terkenal dengan wisata edukasi belajar bahasa Inggris.

Mas Dhito juga turut menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat karena memberikan bantuan program pengentasan rumah tak layak huni di Kampung Inggris Pare.

“Setiap Kepala Daerah pasti membutuhkan bantuan serta program dari pemerintah pusat. Salah satu program yang paling krusial dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat adalah Program BSPS,” ucapnya.

Baca Juga :  Gedung Isolasi Covid SD Pelem Pare, Mulai Kedatangan PMI Asal Kabupaten Kediri

Sementara itu Mas Dhito menjelaskan dalam program ini merupakan salah satu janjinya untuk menata rumah tak layak huni di Kampung Inggris. Selain itu, Program BSPS sangat dibutuhkan untuk merubah hunian masyarakat di Kampung Inggris agar lebih layak huni dan sehat.

“Untuk rumah yang tidak layak huni nantinya akan mendapatkan dana stimulan dari pemerintah sebesar Rp 20 juta yang dapat digunakan oleh masyarakat penerima bantuan untuk pembelian bahan material bangunan dan upah tukang,” tutupnya. (adv)

Kanal Terkait