Bundaran Waru Diblokade, Banyak Warga Terpaksa Bolos Kerja - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Bundaran Waru Diblokade, Banyak Warga Terpaksa Bolos Kerja

Satukanal.com, Surabaya –  Penutupan jalur Bundaran Waru arah Surabaya diprotes warga. Akibat penutupan jalur itu,  warga merasa dirugikan, karena tak bisa masuk kerja ataupun menjalankan aktivitas ekonomi.

Bundaran Waru ditutup total pada Rabu (07/07/2021) sebagai upaya penyekatan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Petugas tampak membentangkan ratusan water barrier untuk memblokade jalan. Kemacetan kendaraan tak terhindarkan. Tak hanya itu, puluhan petugas juga berjaga di lokasi depan City Of Tomorrow (Cito) tersebut.

Kanal Youtube D’CONTRIBUTOR membagikan video rekaman penutupan yang terjadi di Bundaran Waru hari ini, Rabu (7/7/2021). Dalam video yang disiarkan secara live streaming tersebut terlihat penumpukan kendaraan bermotor maupun mobil yang hendak menuju Surabaya. Terdengar pula suara klakson yang tanpa henti.

Disebutkan pula perihal larangan kendaraan plat L dan W yang sebelumnya diperbolehkan masuk, kini juga harus gigit jari. Aparat menyuruh pengendara untuk putar balik dan melarang mereka masuk Kota Surabaya. Hanya mobil ambulans serta mobil swab hunter saja yang diperbolehkan melintas.

Sejumlah warga tampak kebingungan dan kecewa atas penutupan yang dilakukan. Salah satu pengendara motor, Rohman mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya atas penutupan yang terjadi. “Macet mas, ate nyambut gawe. Waduh, nggak iso metu mas aku (Macet mas, akan bekerja. Waduh, saya tidak bisa keluar-Red) ” lanjutnya.

Baca Juga :  PPKM Level 4 Diperpanjang, Ada Sejumlah Penyesuaian Aturan

Pengendara lain bernama Alan juga mengatakan bahwa penutupan tersebut membuatnya terlambat berangkat kerja. Padahal, plat motornya adalah L meskipun rumahnya berada di Waru.

Dia  tetap masuk kerja, karena kantornya tidak menetapkan Work From Home (WFH) di tengah PPKM. “Seharusnya ‘kan yang diatur itu kantornya (diliburkan). Kami karyawan juga takut dipecat,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pengendara bernama Arian juga tampak emosi mengungkapkan keluhannya terhadap apa yang terjadi. “Ini apa ini? Nggak bisa ini. Nggak bisa lewat. Numpuk nih orang-orang. Berkerumun semua ini. Macet di mana-mana,” katanya menggebu-gebu.

Terkait dengan penutupan Bunderan waru tersebut, dilansir dari detik.com, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman menjelaskan bahwa penutupan jalur Bundaran Waru menuju Kota Surabaya dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas warga di Kota Pahlawan.

“Cito (Bundaran Waru) ini adalah pintu utama orang masuk Surabaya. Dan Cito ini akses utama dan orang. Hasil evaluasi sudah ada penurunan hari pertama, kedua. Tapi sampai hari ke lima, dipilah-pilah orang masuk Surabaya masih padat sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  Kota Malang kembali Zona Orange

Dia menyebut jika penutupan Bundaran Waru berlaku 1×24 jam dan semua kendaraan dilarang masuk termasuk plat L dan W. “Yang berkepentingan di rumah saja. Kalau penting, silakan cari jalur alternatif lain untuk masuk di Kota Surabaya, silahkan gunakan itu,” terangnya.

Latif Usman juga menambahkan, penutupan jalur Bundaran Waru ini disebabkan masih tingginya mobilitas warga. Apalagi di jalur ini jadi pintu utama masuk Kota Surabaya untuk pengendalian Kota Surabaya agar tidak penuh.

Nantinya, kata Latif Usman, jika volume masyarakat sudah berkurang maka akan dilakukan pemilihan sesuai Imendagri. “Kalau volume masyarakat sudah berkurang, kita lakukan pemilihan sesuai Inmendagri. Tapi untuk saat ini, volume masih tinggi, kita lakukan penutupan ini. Jadi ini ditutup karena volume tinggi. Kita dimarahi warga ya sudah, yang penting kita menjaga aturan, menjaga agar Covid-19 tidak menyebar, dan mobilitas masyarakat bisa turun,” pungkasnya.

Penulis : Adinda

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait