Bukan Cuma Mall, Area Publik Lain Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bukan Cuma Mall, Area Publik Lain Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi
QR Code untuk aplikasi PeduliLindungi (Foto: Sehat Negeriku-kementerian Kesehatan)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Bukan Cuma Mall, Area Publik Lain Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Satukanal.com, Malang – Diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Level 3, membuat Kota Malang akhirnya membuka kembali pusat perbelanjaan.

Meski demikian, guna tetap menjaga protokol kesehatan serta mengurangi resiko ledakan kasus Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi, besutan Kementerian Kesehatan RI.

Berkaca akan hal itu, Walikota Malang Sutiaji berencana bakal turut menggunakan aplikasi tersebut sebagai syarat masuk di beberapa tempat umum lain di Bhumi Arema.

“Insyaallah, dalam waktu dekat akan kita kuatkan protokol kesehatan (Prokes) berkaitan dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat. Kami masih menganalisa apa saja yang harus disiapkan dan seterusnya,” ujar Sutiaji.

Baca Juga :  PTM di Kota Santri Siap Digelar Pertengahan September

Dalam kesempatan itu, dia juga menyebutkan, telah menugaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, untuk mengumpulkan sejumlah elemen masyarakat yang terkait. Seperti, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), komunitas, perwakilan pedagang, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), maupun Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

“Akan kita undang mereka, dalam rangka supaya mencontoh mall di saat pengoperasiannya sehari-hari. Saya ingin aplikasi PeduliLindungi bisa diterapkan di retail modern bahkan cafe juga,” tambahnya.

Jika aplikasi tersebut diterapkan, ujarnya, maka otomatis warga Kota Malang yang bersantai di cafe maupun membeli bahan pokok di retail modern, diharuskan sudah tervaksin. Hal tersebut, dimaksudkan agar masyarakat sadar bahwa dalam kondisi pandemi, banyak protokol yang harus dilalui.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Kabupaten Malang Mulai Sasar Pesntren dan Rumah Ibadah

Bahkan, Alumnus IAIN Malang itu juga berniat mengundang dan menghadirkan epidemiologi. “Tapi memang rencana ini belum clear. Kita masih mengkaji dahulu. Karena nanti akan kita hadirkan epidemiologi dan ahli penyakit menular juga. Karena Ini kan berkaitan dengan ispa,” tutup Sutiaji.

 

 

Pewarta : Chosa Setya
Editor : Adinda

    Kanal Terkait