Buka Kegiatan Pengawasan Kearsipan Intern, Bupati Mojokerto: Kearsipan tidak boleh disepelekan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Buka Kegiatan Pengawasan Kearsipan Intern, Bupati Mojokerto: Kearsipan tidak boleh disepelkan
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, membuka kegiatan pengawasan kearsipan intern (Foto: Humas Pemkab Mojokerto)
ADV

Buka Kegiatan Pengawasan Kearsipan Intern, Bupati Mojokerto: Kearsipan tidak boleh disepelekan

Satukanal.com, Mojokerto – Hari ini Jumat (5/11) Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, membuka kegiatan pengawasan kearsipan intern di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Acara yang digelar di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto Noerhono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikfina menyampaikan bahwa, arsip merupakan salah satu bukti otentik pelaksanaan program kegiatan. Arsip adalah bagian yang tidak boleh diabaikan posisinya.

Baca Juga :  Tuntut Kenaikan UMK 2022, Ratusan Buruh Geruduk Pemkab Mojokerto

“Arsip adalah bukti otentik suatu pertanggungjawaban program. Kearispan merupakan prioritas dan tidak boleh disepelekan,” terangnya.

Menurutnya arsip merupakan hal yang tidak boleh disepelekan karena pasti akan dibutuhkan sewaktu-waktu sesuai aturan. Sehingga, suatu program kegiatan, harus memiliki arsip yang lengkap. Dikatakan arsip yang lengkap apabila didalamnya terdapat dokumen perencanaan hingga dokumen pertanggunjawaban.

“Nah, ini akan sangat bagus apabila juga dilakukan dalam versi digital juga untuk efisiensi, kecepatan dan ringkas,” kata bupati.

Baca Juga :  Siasat Pengusaha Konveksi di Mojokerto Tak Terpuruk Diterpa Pandemi Covid-19

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga turut menggelar penyerahan x-banner Whistleblowing System (WBS), sebagai komitmen untuk terus berbenah diri secara internal. Bupati menjamin bahwa segala tindak penyimpangan dan pelanggaran, bisa dilaporkan melalui WBS.

“WBS adalah laporan intern dan dijamin kerahasiaannya. Sistem ini bukan untuk punishment atau menghukum, tapi membantu agar kita jangan sampai berurusan dengan aparat penegak hukum,” tambah Ikfina. (Adv)

Kanal Terkait