Brownies Motif Batik, Ide Unik Tingkatkan Penjualan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Brownies Motif Batik, Ide Unik Tingkatkan Penjualan
STRAIGHT NEWS

Brownies Motif Batik, Ide Unik Tingkatkan Penjualan

Satukanal.com, Kediri – Warga kabupaten Kediri mampu berkreasi kue brownies coklat dengan motif batik diatasnya. Dengan berbekal ketekunan, penambahan motif batik ini dinilai dapat meningkatkan penjualan, oleh Dwi Astuti berusia 47 tahun, asal desa Besuk Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Ide memberikan motif batik ini menawarkan keunikan tersendiri bagi kue brownies coklat pada umumnya. Sebagai pelaku usaha sejak 2019, brownies coklat batik Dwi Astuti bermula dari pelatihan kewirausahaan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri.

“Awalnya mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Disnaker Kabupaten Kediri. Lalu saya coba, karena di Kediri belum ramai,” ungkap Dwi, ke Satukanal.com.

Dari hanya mencoba-coba, Dwi memulai penjualan dengan cara pemesanan online Media sosial (Medsos). Tak disangka antusias ketertarikan pemesanan brownies motif batik sangat tinggi.

Baca Juga :  Penjualan Kripik Usus Kediri, Tembus Luar Negeri

Berbagai pemesanan datang untuk berbagai keperluan hajatan seperti ulang tahun dan hantaran pernikahan. Dia juga mengaku, pemesanan bukan hanya di wilayah Karisidenan Kediri, melainkan berbagai kota seperti Trenggalek, Jombang, dan Surabaya.

Brownies coklat dengan motif batik ini dijual dengan berbagai model ukuran. Harga paling murah 30 ribu rupiah dengan ukuran 20 x 10 sentimeter. Sedangkan variasi yang paling mahal ukuran 26 x 26 sentimeter, seharga 150 ribu rupiah.

“Paling besar ukuran diatas 20 sentimeter, yakni 24 x 24, hingga 26 x 26 sentimeter. Saya dapat pemesanan paling banyak bisa 30 potong per hari,” terangnya.

Sama halnya dengan brownies coklat biasa, pembuatan melalui proses pengukusan diatas kompor pemanas. Namun bedanya adonan dimasak secara terpisah, antara brownies coklat dan motif batik. Selanjutnya adonan dijadikan satu menjadi brownies coklat bermotif batik.

Baca Juga :  Pemain Terbaik Persik Di Liga 3 Tak Diperpanjang Kontrak ? 

“Persiapkan gambar motif batik diatas loyang, terus dilapisi kertas roti. Lalu, membuat adonan batik. Setelahnya dikukus setengah matang, untuk dijadikan satu bersama brownies coklat. Hingga matang,” jelasnya.

Dikatakan, kendala yahg paling sulit dihadapi ialah saat permintaan motif berupa foto atau tulisan yang sulit. Perlu ketekunan dan ketelatenan untuk proses pengerjaan brownies motif batik ini.

“Corak batik paling sulit seperti request foto. Kemarin pemesanan dalam bentuk monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang saya belum pernah buat sebelumnya,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait