BPPD Masih Evaluasi Kampung-kampung Wisata Di Kota Malang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kampung warna warni (Aris)
BERITA

BPPD Masih Evaluasi Kampung-kampung Wisata Di Kota Malang

Satuchannel.com, Kota Malang – Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang, Gagoek Sunar Prawito mengakui masih meninjau keberadaan Kampung wisata atau Kampung Tematik yang tersebar di Kota Malang. Menurutnya, kampung tematik harus berdasar dari 3 poin penting agar punya nilai wisata yang layak.

“Pertama ialah lingkungannya. Apakah memiliki nilai unik untuk dikunjungi wisatawan?, Kemudian perputaran ekonomi warga di sekitarnya, dan terakhir sosial budaya setempatnya”, ungkap Gagoek.

Kepala BPPD Kota Malang (Gum)

Kepada Satuchannel.com, Gagoek lebih lanjut menerangkan soal poin kedua dan ketiga. Menurutnya, perputaran ekonomi pada kawasan kampung wisata harus dapat dirasakan warganya juga.

Baca Juga :  Gelar Acara Bimtek Musrenbang, Wakil Wali Kota Malang : Kinerja Laskar Perencana Harus Optimal

“Contoh seperti Kampung warna-warni Jodipan. Semua warga yang terlibat dalam kampung tersebut harus merasakan hasilnya. Jadi tak hanya dinikmati segelintir orang saja”, pungkasnya.

Bagi Gagoek, poin ketiga yaitu sosial budaya masyrakat patut untuk ditinjau kembali. Hal ini dilihat dari respos warga asli kampung wisata tersebut, apakah nyaman diterima para wisatawan atau tidak?.

“Sosial budaya berkaitan dengan cara komunikasi dan karakter warga sekitarnya menanggapi wisatawan atau sebaliknya. Selain itu, ada hal unik yang ditonjolkan pada budaya warga asli sehingga menjadi kesan tersendiri bagi si pengunjung”, bebernya.

Baca Juga :  5 Jenis Tanaman Hias Minim Perawatan Dan Cocok Bagi Pemula

Ia menambahkan, kampung-kampung wisata yang tersebar di Kota Malang masih dievaluasi sesuai 3 poin di atas. Fokus BPPD dalam hal ini agar kegiatan UMKM warga lewat cindera mata juga bisa maksimal.

“Sehingga kegiatan eco-tourism bisa langsung maksimal di tataran akar masyarakat. Kedepannya, sektor strategis ada pada jasa pariwisata dan non-pariwisata”, pungkas Gagoek. (GUM)

Kanal Terkait