SATUKANAL.COM
BPCB Jawa Timur Pastikan Temuan Warga Brumbung Sebuah Petirtaan Bukan Kaki Candi  
Foto : Temuan Petirtaan di Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

BPCB Jawa Timur Pastikan Temuan Warga Brumbung Sebuah Petirtaan Bukan Kaki Candi  

SATUKANAL, KEDIRIBalai Pelestarian Cagar Budaya, BPCB Jawa Timur pastikan temuan warga Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang semula dikira kaki candi ternyata merupakan sebuah petirtaan.

Kepastian sebuah petirtaan itu diketahui setelah BPCB Jawa Timur melakukan eskavasi selama 5 hari di lokasi temuan struktur bangunan.

Dalam penggalian itu mereka mendapati sebuah petirtaan berukuran sekitar 4,88 x 5,13 meter, dengan kedalaman yang sudah digali mencapai 2 meter.

BPCB Jawa Timur Pastikan Temuan Warga Brumbung

“Dari ekskavasi kita mendapati sebuah petirtaan yang berbentuk persegi dengan adanya tiga bilik di sisi timur dari struktur petirtaan,” jelas Ketua Tim Ekskavasi BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (18/7/2020).

Selain sebuah petirtaan yang cukup luas tersebut petugas juga menemukan 4 jaladwara atau pancuran air kuno di lokasi, 3 jaladwara bermotif makara, sementara sebuah jaladwara bermotif perwujudan dewa menunggangi semacam kuda atau sapi.

Wicaksono juga menyebut meskipun telah ditemukan petirtaan dan beberapa jalawadra, petugas tidak menemukan saluran air inlet dan outlet dari sumber, ia menduga saluran air kuno yang menyerupai gua yang ditemukan di sekitar lokasi merupakan outlet petirtaan. Namun dugaan tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam.

Baca Juga :  DLH Kabupaten Kediri Mulai Bangun Perluasan TPA Sekoto Selesai Akhir April 2020

“(Saluran air kuno menyerupai gua) diduga berasosiasi atau berhubungan dengan petirtaan. Cuma kan kita belum menemukan koneksinya, penghubungnya. Karena waktunya kita (mengekskavasi) terbatas kemarin,” ujarnya.

Wicaksono menduga petirtaan tersebut merupakan bagian dari kompleks percandian. Dugaan ini berangkat dari banyaknya temuan benda purbakala di Desa Brumbung. Ia memperkirakan kompleks percandian itu dibangun masa Kerajaan Kadiri.

“Kalau terkait dengan masa, bangunan candinya (yang diduga kompleks percandian) itu sendiri memang sudah dari abad ke-12, Bameswara (Kerajaan Kadiri), dan terus kemudian dikembangkan atau diperbesar pada masa Majapahit,” paparnya.

“Nah, petirtaan ini sendiri sepertinya bagian pengembangan dari kompleks percandian itu. Karena gaya jaladwaranya, kemudian dimensi batanya, kalau saya cenderung itu dari masa Majapahit,” sambung arkeolog ini.

Baca Juga :  Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Ribuan Data Anak Dibawah Umur Masuk DPS

Adapun BPCB Jawa Timur Pastikan Temuan pertirtaan warga Desa Brumbung petirtaan yang ditemukan di Desa Brumbung, lanjut Wicaksono, diduga dipakai sebagai lokasi bersuci sebelum menginjak tempat peribadatan berupa candi. Namun hingga kini candi yang dimaksud belum ditemukan.

“Dia (petirtaan) bagian dari kompleks peribadatan, ya semua yang beribadah ke situ (candi). Fungsinya untuk ibadah, bukan untuk profan begitu, untuk kebutuhan sehari-hari tidak,” ungkapnya.

Menurut Wicaksono, segenap stakeholder terkait seperti BPCB Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan pemerintah setempat akan bertemu di lokasi pada Kamis (23/7/2020) besok. Pertemuan itu untuk membahas kelanjutan ekskavasi petirtaan.

“Nanti tindak lanjutnya kita menunggu hasil (pertemuan) itu. Jadi sebenernya kegiatan survei penyelamatan atau ekskavasi kemarin (yang sudah dilakukan) ada tiga tujuan, mencari bentuk, luasan dan fungsi dari objek diduga cagar budaya,” Pungkasnya.

    Kanal Terkait