BPBD Kabupaten Kediri Lakukan Antisipasi Bencana La Nina | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BPBD Kabupaten Kediri Lakukan Antisipasi Bencana La Nina
ADVERTORIAL KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

BPBD Kabupaten Kediri Lakukan Antisipasi Bencana La Nina

SATUKANAL.com, KEDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, melakukan mitigasi (pencegahan) dampak La Nina, di wilayah Kabupaten Kediri. Beberapa dampak bencana alam yang dapat ditimbulkan yakni banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Mitigasi tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“La nina, ialah fenomena alam yang tak bisa kita hindari. Jadi dari rekan-rekan Unit Reaksi Cepat (URC) sudah kita siap siagakan selalu setiap hari. Peralatan juga kita fungsikan setiap hari,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, Jhohans maras Ponda, kepada Satukanal.com, Jumat (30/10/2020).

Baca Juga :  Dhito Raih Dukungan dari Keluarga Besar Ponpes Lirboyo

Ia mengungkapkan, La Nina ialah peristiwa peningkatan curah hujan. Sehingga BPBD Kabupaten Kediri telah menyarankan kepada pemerintah Kecamatan hingga desa untuk mengantisipasi dampak bencana alam yang mungkin ditimbulkan.

Disebutkan beberapa daerah yang berpotensi bencana seperti Kecamatan Banyakan yang berpotensi banjir. Kecamatan Mojo berpotensi longsor, dan Kecamatan Pare berpotensi angin puting beliung.

Selain itu, pohon besar yang berpotensi tumbang juga menjadi perhatian BPBD. Jhohans juga melakukan berkoordinasi dengan DLH untuk melakukan pemangkasan pohon.

Baca Juga :  Inilah Penyebab Lonjakan Harga Tomat di Kabupaten Kediri

“Hampir semua¬† daerah berpotensi terdampak. Seperti daerah Kecamatan Papar yang berpotensi banjir yang ditimbulkan luapana air, dan beberapa wilayah lainnya,” terang Jhohans.

Sektor pertanian menjadi perhatian penuh dalam mitigasi ini. Menurutnya, beberapa wilayah Kabupaten Kediri terdapat beberapa aliran sungai. Apabila terjadi akan sangat merugikan para petani.

“Jelasnya kalau ada luapan air nantinya akan merendam para petani padi, jagung, dan sebagainya. Jadi kita sarankan untuk masyarakat waspada dan menganalisa lingkungannya,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait