BPBD Jombang Minta Masyarakat Antisipasi Bencana Sejak Dini - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BPBD Jombang saat menyampaikan antisipasi bencana alam ke masyarakat dalam sebuah acara talk show (Foto: Anggit Puji/Satukanal)
BERITA Kanal Straight

BPBD Jombang Minta Masyarakat Antisipasi Bencana Sejak Dini

Satukanal.com, Jombang – Bentuk pengurangan resiko bencana, jadi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam melakukan antisipasi dini pencegahan bencana alam.

Hal tersebut dilakukan untuk bagaimana meminimalisir dan mengurangi resiko bencana seperti banjir, longsor, puting beliung dan bencana sosial. Hal tersebut dipaparkan oleh Gatot Rilo Pambudi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang.

Menurutnya, dalam menghadapi bencana sesungguhnya bisa belajar dari pengalaman yang pernah masyarakat hadapi. Bagaimana gerakan kepedulian yang dibentuk masyarakat dapat diintegrasikan dalam sebuah sistem yang ada dan membentuk sebuah ekosistem yang mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi bencana.

Ia menyampaikan, sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Jatim terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para Bupati /Walikota di Jatim, untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi karena fenomena La Nina.

Dari La Nina ini bisa menyebabkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, dan bencana lain.

Juga dengan peringatan BMKG adanya fenomena La Nina yang berakibat curah hujan yang diprediksi mencapai 20-70 persen, sehingga memerlukan antisipasi yang maksimal.

Baca Juga :  Empat Nama Pejabat Publik Bertarung Perebutkan Kursi Sekda Jombang

“Untuk itu, langkah antisipasi bencana alam yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui BPBD adalah membentuk forum pengurangan resiko bencana yang memiliki 4 unsur, yang kebetulan basecampnya berada di sebelah timur PMK Jombang,” ucapnya pada Kamis (11/10/2021).

Antisipasi bencana alam tidak hanya menjadi tugas Pemerintah dan Tagana namun masyarakat juga dapat melakukan beberapa hal sebelum terjadi bencana. Membuat grup diskusi yang membahas peta desa, baru mengidentifikasikan potensi bencana yang sering terjadi.

Sedangkan dari pihak instansi untuk memfasilitasi. Karena, meskipun ada pihak yang bisa membantu pasti membutuhkan waktu. Sebab itu, sebelum adanya bencana, masyarakat juga harus sudah ada persiapan tanggap darurat.

“Kami sebisa mungkin menyiapkan sumber daya manusia untuk membantu saat terjadi bencana tersebut karena ada banyak sekali komunitas relawan-relawan yang sudah biasa membantu itu pada saat bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Gunadi, Kabid Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial dari Dinas Sosal (Dinsos) Kabupaten Jombang menyampaikan disini tetap mengikuti apa yang disampaikan pihak BPBD.

Pihaknya sendiri ada kelompok Tagana yang berjumlah 36 orang. Sehingga, jika ada bencana alam atau bencana sosial, sudah menjadi tugasnya untuk melakukan tugas seperti pendirian dapur umum. Pasalnya, dapur sangat penting sekali ketika terjadi bencana.

Baca Juga :  Gus Hakam, Salah Satu Cucu Pendiri NU Berpulang ke Rahmatullah

“Misalnya banjir, apabila dalam 24 jam bèlum surut maka kami berkolaborasi dengan pemerintah terkait seperti BPBD untuk mendirikan dapur umum dan kami mempunyai anggota Tagana sebanyak 36 orang dan kami mensiagakan KSB yakni Kampung Siaga Bencana yang ada di Kademangan Mojoagung yang dibentuk kurang lebih 6 tahun lalu. KSB ini merupakan program yang di motori atau koordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Jatim,” ungkapnya.

Sedangkan dapur umum didirikan bila mungkin ada korban yang melakukan pengungsian. Pihaknya juag berkoordinasi dengan BPBD untuk air bersih. Dari sekian banyaknya anggota Tagana, mereka sudah memiliki tugas masing-masing dan berada di kecamatan masing-masing.

Akan tetapi apabila terjadi bencana mereka tidak bisa bergerak sendiri tetap harus berkoordinasi dengan anggota yang lainnya. “Meskipun menangani bencana alam kami pun juga menyiapkan persiapan akan terjadinya bencana sosial seperti menyiapkan beras dan sembako lainnya untuk mereka atau para pengungsi,” jelasnya.

 

Pewarta: Anggit Puji 
Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait