'Borok' Kemenag RI Terkait Jual Beli Jabatan Dikuak, Mahfud MD Contohkan Pelantikan Jabatan Rektor UIN - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

‘Borok’ Kemenag RI Terkait Jual Beli Jabatan Dikuak, Mahfud MD Contohkan Pelantikan Jabatan Rektor UIN

Borok’ Kementerian Agama RI dikupas habis oleh berbagai pakar dalam acara ILC semalam (Selasa, 19/03/2019). Berbagai kesaksian atas rahasia umum terkait jual beli jabatan di lingkungan Kemenag dari tingkat pusat sampai daerah pun berlahiran.

Tak terkecuali dengan adanya kesaksian mengenai proses permainan jabatan rektor di berbagai perguruan tinggi di bawah kewenangan Kemenag RI.
Mahfud MD secara blak-blakan menguak berbagai peristiwa terkait berbagai keanehan yang menimpa koleganya di dunia perguruan tinggi. Yakni terkait jabatan rektor yang membuatnya pernah mendampingi koleganya tersebut di ranah hukum atas ketidakadilan dalam proses penentapan rektor.

“Saya sebut satu persatu jabatan rektor yang tidak wajar di UIN. Misal yang menimpa Prof Andi Faisal yang berkali-kali menang jadi rektor. Tapi tidak pernah dilantik, baik saat seleksi di UIN Makassar maupun di UIN Ciputat, Jakarta. Padahal di ranah pengadilan pun menang saat itu, tapi tetap tidak dilantik dan yang jadi rektor orang lain,” beber Mahfud MD saat menyampaikan adanya dugaan permainan belakang dalam jabatan rektor di UIN.

Baca Juga :  Kuatkan Ekonomi Kerakyatan, Walikota Sutiaji Launching Gerakan Sobo Pasar

Untuk menjegal para rektor yang terpilih tersebut, masih menurut Mahfud, kerap dibuatkan aturan setelah proses terlalui semuanya. “Aturannya dibuat tengah malam dan setelah dia (Andi Faisal) menang,” ujarnya.

Contoh lain yang disampaikan Mahfud juga adalah rektor Universitas Meulaboh yang diperlakukan sama. Dimana, dialah satu-satunya orang memenuhi syarat dan terpilih sebagai rektor di situ.

“Tapi ada aturan PMK (Peraturan Menteri Agama) nomor 68 yang mengharuskan calonnya harus 3 orang. Padahal tidak ada di situ 3 orang yang yang punya kualifikasi tersebut,” ujarnya yang dilanjutkan, “maka adalah calon dari luar sebagai formalitas. Ternyata yang diangkat malah calon dari luar itu,”.

Padahal, di kasus Andi Faisal yang karena persoalan studi ke luar negeri dan menetap di Jakarta dan ikut dalam proses seleksi jabatan rektor di Makassar serta menang. Dianggap sebagai orang luar dan dijegal dengan aturan tersebut. Di kasus rektor UIN Meulaboh, kebalikannya.

Setali tiga uang dengan yang menimpa Prof Dr Mudjia Rahardjo guru besar UIN Malang. Setelah di PHP sedemikian rupa, ujung-ujungnya rektor terpilih adalah pihak dari luar kampus itu sendiri.

Baca Juga :  Wakil Walikota Malang Buka FGD Lintas Organisasi Mahasiswa Peringati Sumpah Pemuda

“Kenapa saya tahu, karena saya masih mengajar di berbagai UIN. Di Malang saya bersama pak Mudjia juga mengajar dalam mata kuliah politik hukum Islam. Sampai saat ini. Jadi saya sampaikan ini ada masalah. Harus diperiksa itu Sekjen dan kepala biro kepegawaiannya. Saya kira mereka punya peran penting di situ. Entah ada korupsinya atau tidak,” tegas Mahfud MD yang meminta kepada KPK terkait adanya persoalan tersebut.

Bahkan, rumor terkait miliaran rupiah untuk mendapat jabatan rektor UIN pun muncul dalam berbagai pendapat para narasumber di acara tersebut.
Mahfud pun menegaskan, kalau selama ini para rektor tutup mulut terkait hal tersebut, dikarenakan kebanyakan merasa takut. “Tapi banyak rektor yang siap bersaksi tentang ini. Apabila nanti ada tindakan represif dari Kemenag kepada bawahannya agar jangan berbicara dan tidak lapor. Laporkan saja, agar birokrasi di Kemenag yang tidak beres selesai,” pungkasnya.

Kanal Terkait