Bongkar Ratoon Langkah Kementan, Tingkatkan Produktivitas Petani Tebu di Kabupaten Blitar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bongkar Ratoon Langkah Kementan, Tingkatkan Produktivitas Petani Tebu di Kabupaten Blitar
Bupati Blitar Rini Syarifah, menghadiri kegiatan Penanaman Bongkar Ratoon Kelompok Tani Sekar Mulyo (Foto: Dokumentasi Pemkab Blitar)
BERITA Kanal Straight

Bongkar Ratoon Langkah Kementan, Tingkatkan Produktivitas Petani Tebu di Kabupaten Blitar

Satukanal.com, Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dihadiri oleh Bupati Blitar Rini Syarifah, menghadiri kegiatan Penanaman Bongkar Ratoon Kelompok Tani Sekar Mulyo di kawasan Kebun Benih Datar Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo. Penanaman Bongkar Ratoon yang berlangsung pada Senin (13/9/2021) ini dilakukan dengan membongkar tanggul bekas keprasan dan menggantinya dengan bibit tanaman yang baru.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar berharap, dengan adanya bongkar ratoon tanaman petani memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. “Harapannya dengan bongkar ratoon tanaman memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Dengan demikian petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi,” ujar Rini.

Baca Juga :  Kualitas Kentang Bagus, Bupati Blitar Apresiasi Hasil Panen Para Petani

Perlu diketahui, proses bongkar ratoon merupakan salah satu langkah Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) untuk menggenjot produksi gula nasional. Sementara, dalam usaha tani tebu, bongkar ratoon adalah melakukan peremajaan tanaman (tanam ulang). Sedangkan rawat ratoon adalah pemeliharaan tanaman tebu keprasan secara intensif.

Jika dilihat dari rendemennya, ternyata metode bongkar ratoon juga memiliki rendemen yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Dengan demikian maka dengan melakukan bongkar ratoon petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada rawat ratoon.

Kondisi yang ada saat ini adalah para petani tebu masih enggan untuk melakukan bongkar ratoon, sehingga tanaman tebu terus dikepras hingga lebih dari empat kali, sehingga produktivitasnya terus menurun. Agar para petani dapat memahami tentang pentingnya melakukan bongkar ratoon, maka diperlukan peran penyuluh pertanian untuk memberikan pemahaman kepada para petani tebu.

Baca Juga :  Eksplorasi Wisata Alam Jembul, Pemkab Mojokerto Lirik Potensi Air Terjun Coban Kabejan

Sehingga para petani dapat menyadari perlunya bongkar ratoon, dan mau melakukan bongkar ratoon pada tanaman yang telah dikepras 3- 4 kali, sehingga produktivitas dan rendemen tebunya  juga meningkat. Sebagai informasi, pada kegiatan itu Bupati Rini didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, serta Kelompok Tani Sekar Mulyo.

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait