BMKG Optimis Jadi Institusi Kelas Dunia - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BMKG Ingatkan Pemerintah Daerah Segera Selesaikan Jalur Evakuasi di Pesisir Jawa  
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam sebuah pers rilis/Foto: Youtube BMKG
BERITA Kanal Straight

BMKG Optimis Jadi Institusi Kelas Dunia

Satukanal.com, Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan institusi yang memiliki banyak peran penting di berbagai sektor. Data dan informasi yang dikeluarkan menjadi rujukan berbagai sudut kehidupan bangsa Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, merinci sedikitnya ada 12 sektor yang membutuhkan data dan informasi tersebut, yakni transportasi, pembangunan infrastruktur, pertanian dan kehutanan, kelautan dan perikanan, tata ruang, kesehatan, pariwisata, pertahanan keamanan, sumber daya air, sumber daya energi dan pertambangan, industri, dan penanggulangan bencana.

Khusus pada pertanian, perikanan dan penanggulangan bencana, Malang Raya mempunyai kebutuhan lebih. Mengingat banyak masyarakat yang memiliki perkerjaan utama dari sektor itu. Wilayah yang termasuk sering diguncang gempa juga membuat informasi dari BMKG penting untuk warga sekitar.

Di sektor pertanian dan perikanan, informasi mengenai cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG dimanfaatkan untuk keperluan penyesuaian waktu tanam dan varietas tanaman. Dengan begitu, hasil yang diperoleh petani lebih optimal dan maksimal. Informasi ini juga merupakan upaya BMKG dalam memperkuat kapasitas sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi kerugian akibat salah tanam karena data dan informasi yang terkait prediksi dan prakiraan cuaca seperti peringatan dini cuaca ekstrem dapat diterima secara real time,” tuturnya.

Sementara, terkait layanan informasi gempa bumi dan tsunami, dengan menerapkan Internet of Things (IOT) dan Artificial Intelligent (AI),  BMKG mampu menganalisa dan memverifikasi data gempa bumi dan potensi tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit saja. Seluruh informasi tersebut didiseminasikan dan diamplifikasi melalui kanal-kanal komunikasi yang tersedia dalam hitungan detik.

Baca Juga :  Sanitasi PKTD PED 2021 Targetkan Lebih dari 5 Ribu Jiwa

BMKG sendiri dipercaya sebagai Tsunami Service Provider untuk memberikan informasi peringatan dini tsunami kepada 28 negara di Kawasan Samudera Hindia. Dan sejak tahun 2017 hingga saat ini, Kepala BMKG dipercaya sebagai CHAIR Intergovernment Coordination Group untuk Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System,  dengan amanah memimpin koordinasi dalam Pengoperasian Peringatan Dini Tsunami bagi 28 negara sepanjang Pantai Samudra Hindia.

Saat ini, Dwikorita juga dipercaya sebagai Anggota Badan Eksekutif dalam Organisasi Meteorologi Dunia. Pihaknya sedang bersiap meningkatkan kemampuan super komputer yang ada dengan teknologi High Performance Computing (HPC) terkini, guna memperkuat sistem peringatan dini. Implementasi Teknologi HPC terkini tersebut dapat meningkatkan kemampuan sistem Peringatan Dini Multi Bencana. Yang melibatkan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Meteorology Early Warning System (MEWS), dan Climate Early Warning System (CEWS).

“Rencananya, super komputer ini akan dibekali HPC terkini dengan skala lebih dari 2 PetaFlops atau sekitar dua ribu giga per detik. Dengan bekal tersebut maka arus data dapat bergerak dengan sangat cepat. Pun, dengan perhitungan dan pemodelan yang dilakukan sehingga informasi yang sampai ke masyarakat jauh lebih cepat,” paparnya.

Baca Juga :  Lampu Merah PPKM Masih Semu, Selecta : Jangan Sampai Rumahkan Karyawan

Untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai gempa bumi dan tsunami, BMKG juga rutin menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) sejak tahun 2015. SLG yang diselenggarakan di seluruh Indonesia (Provinsi dan Kabupaten) ini sangat bermanfaat untuk memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah dalam mengelola risiko dan bencana.

Dalam lingkup internasional, sebagai anggota dari World Meteorological Organization (WMO), BMKG telah banyak mendapat kepercayaan dari WMO untuk memberikan bantuan dan dukungan penguatan kapasitas untuk lembaga meteorologi negara-negara lain, khususnya di Asia Pasifik. Diantaranya, BMKG menyelenggarakan ToT untuk Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak ( Impact Based Forecasting) untuk negara Philiphina dan Timor Leste. Disamping itu Pusdiklat BMKG juga ditunjuk oleh WMO menjadi Regional Training Center (RTC).

Bahkan Dwikorita juga  ditunjuk sebagai Anggota Badan Eksekutif Global Ocean Observation System (GOOS) untuk mewakili WMO.

Dia juga optimistis dengan berbagai lompatan teknologi , yang diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM dan penguatan kerjasama yang terus menerus dilakukan. BMKG dapat menjadi institusi kelas dunia yang tangguh dan terus tumbuh. Menurutnya, bencana tidak bisa dihentikan, namun korban dan kerugian bisa diminimalisasi dengan mitigasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pewarta: Wildan Agta 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait