Bikin Ketagihan, Es Puter 1986 di Alun-alun Kota Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bikin Ketagihan, Es Puter 1986 di Alun-alun Kota Kediri
Es Puter 1986 di Alun-alun Kota Kediri (Foto: Anis Firmansyah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Pesona

Bikin Ketagihan, Es Puter 1986 di Alun-alun Kota Kediri

Satukanal.com, Kediri – Es puter 1986 yang berada di Alun-alun Kota Kediri memang menjadi kudapan yang melegenda sejak dahulu kala. Pelayanan dan kualitas yang terus dijaga membuat para pelanggan ketagihan untuk menikmati kesegaran Es Puter ini.

Bahkan saking lamanya, penjual es puter Alun-alun Kota Kediri ini sudah menginjak generasi kedua sejak tahun 1986. Tak lain adalah oleh Didik Siswanto, anak kandung dari generasi pertama Munasib, atau akrab disapa Pak Nasib.

Didik menceritakan bahwa Pak Nasib kecelakaan hingga meninggal dunia, saat berangkat jualan tahun 2019, lalu. Kecelakaan menimpanya saat mendorong gerobak es puternya dari rumahnya di Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri.

Hingga saat ini, Didik terus melakoni rutinitas mendorong gerobak es puternya saat berjualan. Dia mulai berjualaan dari pukul 17.00 WIB  sampai pukul 21.00 WIB.

“Sejak dahulu, kalau berangkat jualan didorong es puternya,” ungkap Didik kepada Satukanal.com.

Diakuinya, resep es puter buatannya ini diadopsi dari daerah Solo, Jawa Tengah. Dibawa berjualan sejak tahun 1986, terbukti rasanya cocok dengan selera warga Kediri hingga saat ini.

Baca Juga :  Danilo Fernando Kembali Ke Persik, Jadi Dirtek

Terdapat berbagai macam varian rasa es puter, yang cocok di lidah. Mulai dari varian rasa ketan hitam, kelapa, coklat, alpukat, nangka, kacang ijo, dan durian.

“Yang membuat spesial di sini kualitas mutu, kalau bahannya banyak kualitas bagus pelanggan pasti ke sini,” ujar Didik.

Dari kebanyakan pelanggan yang datang di lapaknya, es puter ini dipercaya mampu meredakan penyakit sariawan. Dengan harga yang cukup terjangkau, es puter ini dijual seharga Rp 5000 per cup.

Didik mengatakan omset penjualan es puter miliknya, mampu mencapai 100 cup per hari. Belum lagi saat malam akhir pekan, tentunya masih bisa meningkat.

Yang terpenting menurut Didik, kualitas lah yang mampu menjaga kepercayaan pelanggannya. Untuk menjaga kualitas es puter buatannya, dia tidak berniat untuk membuka cabang penjualan.

Baca Juga :  BIN Jatim Gencarkan Serbuan Vaksinasi di Kediri

“Tidak buka cabang, pelayanan dan kualitas, ini terus dijaga satu-satunya, tidak ada duanya. Makanya namanya satu, menjaga Kualitas,” jelasnya.

Menariknya, Es Puter miliknya dinikmati oleh pelanggan dari berbagai usia, berasal dari dalam maupun luar Kota Kediri. Hal ini lantaran lokasinya yang strategis, sehingga membuat banyak pelanggan dari luar kota yang singga untuk sekedar merasakan kenikmatan Es Puter.

“Kadang Kediri, Nganjuk, Tulungagung paling banyak dan sering. Juga ada pelanggan tetap katanya ketagihan ketagihan, dari luar kota seperti Surabaya,” ujar Didik.

Dikatakan oleh Didik, sejak mulai berjualan tahun 1986, baru kali ini merasakan kendala yang cukup sifnifikan akibat dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan, omset penjualannya turun hingga 60 persen.

“Masa PPKM, diterima saja. Ini baru mulai jualan. Bulan kemarin libur 1 Minggu, dari 3 Minggu PPKM, omset pasti menurun, 60 persen,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Adinda

    Kanal Terkait