Biaya Umrah Berpotensi Naik, RI Lobi Arab Saudi Ringankan Syarat yang Tak Masuk Akal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Biaya Umrah Berpotensi Naik, RI Lobi Arab Saudi Ringankan Syarat yang Tak Masuk Akal
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali (Foto: Dokumentasi Kementerian Agama RI)
BERITA Kanal Straight

Biaya Umrah Berpotensi Naik, RI Lobi Arab Saudi Ringankan Syarat yang Tak Masuk Akal

Satukanal.com, Nasional – Arab Saudi kembali akan membuka permintaan umrah secara bertahap dari luar negeri mulai Senin (9/8/2021) lalu. Sekitar satu setengah tahun Arab memutuskan tidak menerima jemaah haji dan umrah dari luar negeri karena situasi pandemi Covid-19.

Beberapa hal seperti biaya dan persyaratan turut mengalami perubahan. Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti sejumlah kebijakan Arab Saudi mengenai pembukaan pendaftaran umrah, yang disebut asosiasi umrah dan haji sebagai “kurang masuk akal”.

Sementara itu, Asosiasi penyelenggara umrah dan haji memperkirakan kebijakan Arab Saudi berpotensi pada biaya umrah yang diperkirakan akan naik.

Tauhid Hamdi selaku Bendahara Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) memperkirakan biaya umrah kemungkinan akan mengalami kenaikan, ditinjau dari skema yang dibuat oleh pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga :  Support Lumbung Padi, Pemkab Blitar Dorong Produktifitas Para Petani

“Harga akan jadi dua kali lipat, bisa sampai Rp54-60 juta per orang, untuk selama 30 hari menyelenggarakan ibadah umrah,” terang Tauhid melansir laman bbcnewsindonesia.

Kenaikan tersebut berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi, simak syarat lengkap umrah 2021:

  1.  Sembilan negara dengan kasus Covid-19 tertinggi (Suspend) yaitu India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Lebanon, termasuk Indonesia harus menjalani karantina 14 hari di negara yang berstatus non Suspend sebelum tiba di Arab Saudi.
  2. Arab Saudi hanya menerima jemaah yang sudah mendapat vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson&Johnson.
  3.  Jemaah yang sudah memperoleh vaksin dari China diwajibkan mendapat suntikan booster satu dosis dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson&Johnson.
Baca Juga :  Sebut Capaian Sudah 70 Persen, Vaksinasi Covid-19 Kini Sasar Rumah Ibadah

Kini, pihak Kementerian Agama menyambangi Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, seperti dilaporkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nur Arifin.

“Kami bisa bertemu dengan Pak Kedubes, menyampaikan hal ini. Bahwa kondisi kita masih terkena suspend, maka mohon agar bisa diakhiri suspend,” ujar Nur Arifin.

Terkait dengan tanggapan dari pihak kedutaan besar Arab Saudi di Indonesia, status penangguhan tersebut bermula pada peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Mengenai syarat vaksin, pihaknya menyampaikan bahwa saat ini WHO sudah menyatakan bahwa vaksin Sinovac dan Sinopharm diakui. Untuk itu, tim Kemenag mendorong pihak Arab Saudi mengakui vaksin asal China ini.

 

Pewarta : Viska

Kanal Terkait