Bersusah Payah Menjaga Tanaman Cabai yang Tersisa - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bersusah Payah Menjaga Tanaman Cabai yang Tersisa
HIGHLIGHT LIPUTAN KHUSUS

Bersusah Payah Menjaga Tanaman Cabai yang Tersisa

Di tengah gagal panen cabai rawit, sebagian tanaman masih terselamatkan. Melonjaknya harga cabai menjadi pelipurlara sesaat. Meski hasil panen tak utuh, petani masih untung.

HARI-hari ini, ketika harga cabai melambung, hati petani was-was bercampur gembira. Rasa khawatir menyeruak, karena pertanian dihadapkan pada dilema cuaca buruk yang mengancam pertumbuhan cabai. Kegembiraan muncul lantaran jika berhasil panen, hasil yang diperoleh tak sedikit. Tapi, konsekuensinya, banyak tamu tak diundang yang mengincar lahan cabai mereka.

Tak heran, jika Taman, petani cabai asal Desa Paron ini punya pekerjaan ekstra: jaga malam di kebun. Dia mengawasi lahan tanaman cabai seluas 140 meter persegi dari ancaman maling mulai dari malam hingga menjelang subuh.

Sejauh ini, tanaman cabai milik Taman masih aman. Namun, dia patut waspada. Tanaman cabai rekannya sesama petani cabai nyaris diembat maling.

“Tempo hari, ada orang mau ambil cabai, tapi keburu kepergok pemiliknya. Cabainya ditinggal di lokasi, pelaku kabur. Kejadiannya sekitar seminggu lalu, milik petani Gapoktan,” katanya.

Senada dengan Taman, Heri Setyawan, petani asal desa Paron juga sering mengontrol tanaman cabai miliknya.

“Ada penjagaan khusus, sering ngontrol, datang ke sawah waktu sore, kadang malam juga. Dan tanaman cabai yang bagus-bagus, malam hari pasti sering dikontrol,” ungkapnya.

Hal tersebut menjadi bentuk kewaspadaan. Sebab, dia tak ingin kecolongan lagi. Petani sudah menghadapi kendala cuaca buruk yang mengakibatkan gagal panen. Lantas, hama penyakit yang merusak tanaman cabai. Karena itu, momentum harga cabai yang sedang melonjak tinggi harus mereka lindungi.

Jika dibandingkan setahun silam, keuntungan hasil panen cabai kali ini berlipat lebih dari sepuluh kali lipat, dibandingkan tahun lalu. Di tingkat petani di Kediri, harga cabai berkisar Rp98 ribu.

“Tahun lalu harga cabai berada di kisaran Rp9 ribu – Rp10 ribu per kilogram, sampai musim cabai habis. Kini melonjak Rp98-105 ribu per kilogram. Jelas ada keuntungan,” ujar Heri kepada satukanal.com.

Mewaspadai Hujan di Malam Hari

Bagaimanapun caranya, petani berupaya semaksimal mungkin mempertahankan cabainya hingga panen. Ternyata, bagi petani cabai di Malang, hujan pada malam hari sering mendatangkan masalah.

“Hujan di malam hari sering menyebabkan cabai milik mengalami cacar dan kebusukan. Sehingga, jika cabai sudah ada pada kondisi tersebut, tidak dapat dikonsumsi bahkan diperjual belikan,” kata Wahyudi, petani asal Landungsari, Kabupaten Malang.

Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan tanaman cabai rentan terserang hama. Sehingga, cabai yang dihasilkan kondisinya juga tidak bagus.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Wahyudi agar hasil panen tetap bagus. Yakni dengan memberikan obat dan pupuk pada tanaman. Namun, banyak dari para petani juga mengeluhkan harga obat dan pupuk yang sangat mahal. Rentetan problematika yang tak berujung.

 

 

Pewarta : Anis Firmansyah dan Naviska Rahmadani
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait