Berlaku Secara Nasional, Tilang Elektronik ETLE Punya Mekanisme Yang Berbeda - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Berlaku Secara Nasional, Tilang Elektronik ETLE Punya Mekanisme Yang Berbeda
BERITA

Berlaku Secara Nasional, Tilang Elektronik ETLE Punya Mekanisme Yang Berbeda

SATUKANAL.com, NASIONAL– Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap pertama yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara di masyarakat, akan mulai diterapkan secara nasional mulai hari ini, Selasa (23/03/2021).

Diungkapkan oleh kasubditdakkar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Abrianto Pardede, penerapan ETLE ini juga sebagai upaya meminimalisir adanya oknum-oknum yang melakukan pemerasan ketika melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas. Apalagi, tidak adanya pertemuan yang terjadi antara petugas dan pelanggar sehingga transparasi bisa lebih terwujud.

Pada tahap pertama ini, penerapan tilang elektronik ini setidaknya akan berlaku di 12 polda di Indonesia dengan 244 kamera tilang elektronik yang akan terpasang. Kedua belas wilayah tersebut meliputi 98 titik di Polda Metro Jaya, 5 titik di Polda Riau, 16 titik di Polda Sulawesi Selatan dan 21 titik di Polda Jawa Barat.

Selanjutnya, 8 titik di Polda Jambi, 10 titik di Polda Sumatera barat, 4 titik di Polda DIY, 5 titik di Polda Lampung, 11 titik di Polda Sulawesi Utara dan 1 titik di Polda Banten, 55 titik di Polda Jawa Timur, serta 10 titik di Polda Jawa Tengah,

Baca Juga :  Mulai 24 September 2021, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

Terkait mekanisme tilang elektronik ini yakni mengandalkan kamerta CCTV yang terpasang di jalan raya untuk mendeteksi pelanggar lalu lintas secara otomotis. Berikut ulasannya:

  • Kamera tersebut akan menangkap secara otomatis pelanggaran yang terjadi. Kemudian, memunculkannya di monitor dan mengirimkannya sebagai berang bukti pelanggaran.
  • Data kendaraan akan diiedentifikasi oleh petugas dengan menggunakan Registration and Identifikasi (ERI) sebagai sumber data kendaraan.
  • Surat konfirmasi pelanggaran dikirimkan oleh petugas ke alamat pemilik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Pengiriman tersebut dilakukan lewat pos.
  • Pemilik kendaraan melakukan konfirmasi via website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum
  • Petugas menerbitkan tilang dengan metode pembayaran via BRIVA untuk setiap pelanggara yang telah terdeteksi untuk penegakan hukum.
  • Apabila gagal melakukan konfirmasi maka STNK akan diblokir sementara. Kegalalan ini biasanya terjadi karena pelanggar telah pindah alamat sehingga surat tilang tidak sampai. Selain itu, peralihan pemilik (kendaraan dijual) atau terjadi kegagaglan sewaktu membayar juga bisa menyebabkan kegagalan terjadi.

Sementara itu, pembayaran tilang dapat dilakukan melalui bank atau datang sidang. Bank yang digunakan adalah bank BRI atau bank lainnya. Dalam surat tilang juga akan dicantumkan pasal yang dilanggar , tanggal dan tempatpelanggaran.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan Data Pribadi, Kominfo Minta Masyarakat Beri Watermark

Ada juga tautam stus web konfirmasi pelanggaran yang dicantumkan di surat tilang serta lokasi sidang, tanggalnya dan jumlah denda yang harus dibayarkan. Untuk konfirmasi eplanggaran berlakuu selama delapan hari. Batas waktu terkahir pembayara tilang yaitu 15 hari dari tanggal pelanggaran.

Biasanya, setelah melakukan konfirmasi maka akan ada email konfirmasi terkait tanggal dan lokasi pengadilan. Ada juga SMS berupa kode BRIVA yang dikirimkan untuk menyelesaikan denda pelanggaran. Jika memilih ini, maka tidak perl datang ke sidang.

Lebih lanjut, disebutan juga  bahwa ada lima pelanngaran yang dijadikan perhatikan oleh tilang elektonik. Seperti tidak mengunakan helm, menggunakan gawai atau melakukan aktivitas lain misalnya bermain hp, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan pelat nomor palsu serta melanggar rambu dan marka. Adapaun, setiap pelanggaran akan mendapatkan denda yang berbeda dan disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait