Berkah Pengrajin Bambu Dari Musim Hujan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Berkah Pengrajin Bambu Dari Musim Hujan
BERITA HIGHLIGHT

Berkah Pengrajin Bambu Dari Musim Hujan

SATUKANAL.com, MALANG – Musim hujan yang masih terjadi beberapa bulan kebelakang, menjadi keberuntungan bagi pengrajin bambu. Pasalnya, bambu yang akan diolah menjadi tidak mudah pecah. Hal tersebut tentu menjadi sebuah effisiensi tersendiri bagi para pengolahnya.

“Kalau di musim kemarau, bambu sering pecah. Ya, karena terkena panas, jadi dia tidak kuat,” ucap Kasmadi, salah satu pengrajin bambu yang berada di Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang hari ini (19/4). Maka dari itu, bambu akan ditutupi menggunakan terpal saat musim kemarau datang. Tapi, meskipun pecah bambu tetap bisa mendapatkan nilai jual.

Baca Juga :  Warga Malang, Mudik ke Tujuh Wilayah Ini Masih Diperbolehkan

Ia bisa diolah menjadi pagar maupun sangkar yang tidak membutuhkan bambu berukuran lebar. “Diolah jadi apa saja yang penting bisa menghasilkan,” kata dia. Hasil olahan lain yang menjadi andalan juga dibuat disini.

Seperti gazebo, kursi maupun meja. Untuk bentuk dan model Kasmadi mengaku menyesuaikan sesuai permintaan konsumen. Waktu pengerjaannya pun relatif tidak lama. Hanya memakan waktu dua sampai tiga hari saja.

Harga kerajinan tangan yang ada disini beragam. Berkisar dari Rp 150 ribu sampai 2,5 juta tergantung jenis dan ukurannya. Penjualan kerajinan bambu kini juga terus meningkat. Meskipun pariwisata masih belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga :  Perketat Prokes Gelaran Porprov Jatim 2022, 46 Cabor Akan Dipertandingkan

Alasannya, karena pemasaran yang dilakukannya juga banyak menggunakan media sosial. Entah facebook, instagram ataupun whatsapp. Lantaran hal itu pula, konsumennya bisa meliputi Kalimantan dan Papua.

Bahan bambu yang diperolehnya juga tak sulit ia datangkan. Pria asal Singosari itu memiliki pemasok bambu dari Blitar. “Harapan saya sama seperti kebanyakan orang. Agar pandemi segera berlalu dan perkembangan ekonomi dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya.

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait