SATUKANAL.COM
Limbah Sabut Kelapa
Foto: Yuliwantoro Menata Hasil Kerajinan Pot Sabut Kelapa
BERITA HIGHLIGHT KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

Berdayakan Limbah Sabut Kelapa, Warga Kediri Raup Omset Puluhan Juta Rupiah

SATUKANAL, KEDIRI – Berawal dari Coba-coba membuat sebuah pot dari bahan limbah sabut kelapa, seorang warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri berhasil sukses hingga dapat memberdayakan masyarakat.

Yuliwantoro (50 tahun) adalah pemilik usaha pengrajin pot sabut kelapa tesebut. Usaha pembuatan sabut kelapa itu ditekuninya sejak tahun 2018 silam.

Sepengakuannya, usaha kerajian itu berawal dari melihat potensi melimpahnya sabut kelapa yang tidak terpakai dilingkungan sekitar.

“Dalam pemikiran saya, kalau sabut kelapa ini diolah dan digunakan untuk kerajinan mampu membangkitkan perekonomian warga sekitar,” jelasnya.

Sebelum sesukses seperti sekarang ini, laki-laki yang akrab disapa Yuli itu mengaku hanya coba-coba mendirikan usaha pot sabut kelapa. Bahkan untuk membuat pot tersebut ia hanya belajar dari kanal Youtube.

“Saya hanya melihat dari kanal Youtube saat itu, karena memang ada permintaan dari teman,” terangnya.

Lambat laun, setelah ia tekuni terus menerus usaha yang mulanya hanya Coba-coba itu berhasil menembus pasar Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca Juga :  Lawan Kotak Kosong, Dhito: Kekhawatiran Pasti Ada  

“Permintaan pengiriman saat ini masih sangat besar. Pengiriman seputar Jawa Timur sekitar Madiun, Malang, Surabaya, agak timur sampai Banyuwangi. Kalau Jawa Tengah, daerah Kota Solo, Semarang, Klaten, dan daerah Jogja.” Katanya.

Untuk omset yang didapat Yuli mengaku dalam satu bulan bisa mendapatkan uang hingga 40 Juta.

“Sekarang ini banyak karyawan pabrik maupun kantor bekerja dirumah sisa waktunya banyak dirumah, sehingga banyak berkebun dan bertaman. Sampai bulan ini kenaikan omset mencapai mencapai 40 juta per bulan.” Tutupnya.

Saking banyaknya pesanan, setiap harinya Yuli dibantu 21 karyawan yang ikut membantu memproduksi pot sabut kelapa.

“Total yang membantu saya memproduksi ada sekitar 21 orang, 18 ibu rumah tangga dan 3 Laki-laki, mereka dari warga sekitar.” tuturnya.

Baca Juga :  Kecewa Liga 1 Diundur Menejemen Persik Kediri Akan Bersikap

Harga produk dari kerajinan pot ini bervariatif, dari yang paling murah pot kecil 8000 sampai 20.000 dan untuk pot besar 400.000 sampai  500.000.

Usaha ini didirikan sejak tahun 2018 dengan nama usaha “RAHMA CRAFT” dan nama merek dagang “KAWUL”. Kedepan agar lebih besar rencananya untuk model produk akan dikembangkan.

“Kemarin sudah mulai sample untuk kasur kesehatan, jadi tidak hanya pot” tutupnya.

Nuning, salah satu pembuat pot sabut kelapa mengaku terbantu dengan membuat kerajinan dari limbah buah bahan santan tersebut.

“Terbantu sekali, bisa menambah – nambah. Karena kan ini musimnya corona sehingga ekonomi agak sulit,” tuturnya.

Dalam satu bulan, Nuning mengaku bisa mendapatkan gaji 1 juta rupiah dari membantu memproduksi pot.

“Kalau satu bulan saja adalah satu juta, tapi kalau orderan rame ya kita nambah kencang,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah

Editor: Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait