Berangkat Dari Hobi, Produk UMKM Kota Malang Tembus Pasar Internasional - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Berangkat Dari Hobi, Produk UMKM Kota Malang Tembus Pasar Internasional
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Berangkat Dari Hobi, Produk UMKM Kota Malang Tembus Pasar Internasional

Satukanal.com, Malang – Dalam upaya memperkenalkan produk UMKM Kota Malang tembus Pasar Internasional, Wali Kota Malang Sutiaji mendorong digitalisasi kegiatan usaha rakyat. Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan di era teknologi. Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pasar rakyat pun terus digalakkan.

Digitalisasi UMKM tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan beberapa platform digital untuk memperluas akses penjualan produk-produk yang telah dihasilkan.

Beberapa upaya meningkatkan penjualan melalui platform digital ternyata banyak diterapkan oleh UMKM Kota Malang saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah satunya yakni Novia Maulina, yang menekuni usaha mainan edukasi anak-anak sejak Mei 2020.

Usaha yang dirintis Novia saat ini memang masih terbilang baru. Ide kreatif Novia dalam menciptakan funlearnig_id yakni mainan edukasi anak-anak berawal saat pandemi Covid-19 telah melanda wilayah Kota Malang.

Pada saat pandemi seperti sekarang ini, banyak anak-anak sekolah yang diliburkan dan harus belajar mandiri sengan orang tua di rumah masing-masing. Mainan edukasi ini dapat digunakan untuk menjembatani orang tua dan anak agar tidak bosan belajar dirumah saat pandemi.

“Kebetulan anak-anak sudah di off kan daring. Saya membuat ide bisnis mainan edukasi anak-anak untuk menjembatani orang tua dan anak biar nggak bosan di rumah. Namanya Fun Learning, jadi pinginnya dia bermain sambil belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Ingin Ke Luar Kota Saat Mudik Lebaran, Ini Syaratnya

Menurut Novia, ide tersebut berawal dari hobinya yang sering membuatkan mainan untuk anak-anaknya, sehingga tercetuslah bisnis ini. Ia mengatakan, produk-produk mainan edukasi yang dibuatnya pun beragam. Novia menghadirkan beberapa produknya mulai anak usia 0 sampai 7 tahun.

Produk miliknya untuk usia 0 sampai 1 tahun yakni produk boneka jari dengan berbagai karakter. Seperti, profesi, baju adat, karakter bentuk hewan, hingga buah-buahan. Hadirnya boneka jari yang dibuatnya digunakan sebagai sarana untuk story telling orang tua kepada anak-anak.

Storytelling bisa menjadi metode untuk mengajarkan anak dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini dapat melatih kemampuan komunikasi mereka di depan banyak orang. Anak juga dilatih untuk berpikir kreatif dalam memilih tema serta didorong untuk menjadi pendengar yang baik.

Untuk produk-produk miliknya, Novia tak hanya melihat dari sisi edukasinya saja, Namun juga mempertimbangkan dari segi keamanan dan kenyamanan saat produknya digunakan. Sehingga, Novia lebih memanfaatkan kain flanel dan kertas sebagai bahan utama pembuatan mainan edukasinya.

Novia menyampaikan, pemilihan kain flanel untuk bahan dasar pembuatan produknya didasarkan pada kain flanel yang aman dan bertekstur lembut. Apabila mainan tersebut digunakan akan sangat aman dan tidak melukai bayi.

Baca Juga :  11 Daerah di Jawa Timur UMK Tak Naik, Kota Malang Naik Rp 75.000

Novia juga menyediakan mainan edukasi untuk anak yang berusia 1 tahun, yakni berupa kartu permainan. Metode permainan menggunakan kartu ini dapat digunakan sebagai salah satu pilihan bermain untuk memperkenalkan abjad, angka, hingga berbagai bentuk agar lebih menarik. Selain itu, produk buatan Novia juga menyediakan mainan anak hingga usia 7 tahun.

Harga yang ditawarkan untuk produknya pun relatif terjangkau. Mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 125 ribu. Ia juga bekerja sama dengan para penjahit lokal untuk ikut berkontribusi dalam membuat produk mainan edukasinya.

Berkat ide kreatifnya tersebut, kini usahanya telah mampu membangkitkan usaha para penjahit lokal yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Produknya pun kini telah menembus pasar Internasional yakni Australia dan Jepang. Usaha yang ia tekuni selama kurang lebih 9 bulan berjalan, kini Novia sudah menjual lebih dari 5 ribu produk dan telah memiliki 30 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait